Beijing, Radio Bharata Online – Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari Minggu menekankan bahwa kolaborasi, bukan konfrontasi, adalah jalan menuju perdamaian dan kemakmuran.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok saat menghadiri Forum Bisnis Tiongkok-Indonesia yang digelar di Beijing, Minggu.

Perwakilan komunitas bisnis Tiongkok dan Indonesia menghadiri forum tersebut dan menandatangani perjanjian kerja sama yang mencakup pangan, energi baru, teknologi dan digital, serta bioindustri.

Prabowo menghadiri forum tersebut dan menyampaikan pidato. Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia bersedia terus bekerja sama dengan Tiongkok untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang dan bersama-sama menyaksikan kebangkitan besar bangsa Tiongkok.

“Karena perjanjian yang ditandatangani hari ini bernilai 10 miliar dolar AS. Saya kira ini sangat strategis. Dan kami menyambut lebih banyak investasi dan kami akan bekerja sangat keras untuk memberikan suasana yang baik, fasilitas yang baik, dan sambutan yang baik bagi saudara-saudara kita dari Tiongkok,” katanya.

Melaksanakan kerja sama ekonomi menjadi topik penting dalam kunjungan Prabowo ke China. Mendampingi kunjungan ini adalah pejabat penting dari berbagai departemen, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, yang menyoroti keinginan Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang mendalam dengan Tiongkok.

Selama kunjungan ke Tiongkok, kedua belah pihak menandatangani beberapa dokumen kerja sama bilateral mengenai pembangunan bersama, ekonomi biru, pemeliharaan air, mineral dan bidang lainnya. Saat ini, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Sejak Januari hingga Agustus 2024, nilai perdagangan bilateral mencapai 92,79 miliar dolar AS, meningkat 1,5 persen YoY.

Tiongkok telah menjadi sumber impor terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan tujuan ekspor terbesar Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut. Kerja sama perdagangan dan investasi antara Tiongkok dan Indonesia terus mencetak prestasi baru dan menjadi model kerja sama yang saling menguntungkan dan saling menguntungkan antar negara berkembang, model pembangunan bersama, dan pelopor kerja sama Selatan-Selatan.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan jalur kolaborasi, jalur sinergi di segala bidang – bidang pendidikan, bidang usaha, bidang industri dan kerjasama people to people. Dan kami sangat optimis, sangat optimis terhadap prospeknya. Dan Kami menilai kerjasama yang erat antara Indonesia dan Tiongkok ini akan menjadi faktor stabilisasi dan peningkatan suasana kerja sama regional. Kita harus memberikan contoh bahwa di zaman modern ini, kolaborasi, bukan konfrontasi, adalah jalan menuju perdamaian dan kesejahteraan,” kata Prabu.