Dhaka, Radio Bharata Online - Tahap pertama dari proyek infrastruktur jalan raya yang didanai oleh Tiongkok di ibu kota Bangladesh, Dhaka, diresmikan pada hari Sabtu (2/9) lalu.
Dengan nilai investasi sebesar 1,263 miliar dolar AS (sekitar 19,2 triliun rupiah), total panjang Proyek Jalan Tol Layang Dhaka adalah 46,73 km. Sebanyak 11,297 km dari jalan tersebut kini telah dibuka untuk lalu lintas.
Keseluruhan proyek ini diharapkan akan selesai pada Juni 2024, untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat ke bandara dan jalan raya.
Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mengatakan pada upacara peresmian bahwa proyek ini akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan sosial-ekonomi negara.
"Saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak. Jalan Tol Layang Dhaka akan memainkan peran penting untuk membawa Bangladesh ke peringkat negara maju dengan mengurai kemacetan," kata Hasina.
Jalan tol layang ini diinvestasikan dan dioperasikan oleh Shandong Hi-Speed Group dari Tiongkok.
"Terima kasih atas dukungan dari semua sektor. Kami bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat Bangladesh dapat merasakan manfaat dari pembangunan, meningkatkan efisiensi transportasi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar Li Guangjin, direktur Shandong Hi-Speed Group.
Jalan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota Bangladesh.
"Sebelum ini di kota Dhaka, kemacetan lalu lintas sangat buruk. Sekarang situasinya bagus, karena kami menggunakan jalan bebas hambatan dan bergerak dengan sangat mudah," kata seorang pengemudi.
Proyek ini telah menciptakan 7.470 lapangan kerja lokal dan melatih sejumlah besar tenaga profesional di berbagai bidang.