Beijing, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan pada hari Kamis (25/1) bahwa hubungan Tiongkok-Prancis selalu menjadi yang terdepan dalam hubungan Tiongkok dengan negara-negara Barat selama 60 tahun terakhir, membawa manfaat bagi kedua negara dan berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia.

Xi menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pidato video di sebuah resepsi di Beijing untuk merayakan ulang tahun ke-60 pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Prancis.

"Hubungan Tiongkok-Prancis selalu menjadi yang terdepan dalam hubungan Tiongkok dengan negara-negara Barat selama 60 tahun terakhir, membawa manfaat bagi kedua bangsa dan berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia. Dari pesawat, satelit, dan pembangkit listrik tenaga nuklir hingga anggur, keju, dan kosmetik, kerja sama Tiongkok-Prancis tidak hanya mencakup bidang bermutu tinggi, presisi tinggi, dan mutakhir, tetapi juga bidang-bidang yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dari pendirian pusat kebudayaan di negara masing-masing hingga peluncuran Tahun Kebudayaan dan Tahun Bahasa di kedua negara, pertukaran antar masyarakat di antara kedua negara telah menjadi model untuk saling belajar di antara peradaban dunia. Dari Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris hingga pertemuan Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB di Kunming dan Montreal, Tiongkok dan Prancis telah bergandengan tangan untuk memimpin komunitas internasional dalam mengatasi tantangan global," papar Xi.

Tiongkok dan Prancis secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada Januari 1964.