Beijing, Bharata Online - Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk mencabut blokade dan sanksi terhadap Kuba dan mengambil tindakan konkret untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Senin (12/1).
Mao menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai ancaman terbaru terhadap Kuba oleh Presiden AS, Donald Trump, pada hari Minggu (11/1).
"Tiongkok dengan tegas mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, menentang campur tangan eksternal, dan sekali lagi mendesak Amerika Serikat untuk segera menghentikan blokade dan sanksi terhadap Kuba serta segala bentuk paksaan, dan untuk melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional," ujar Mao.
Trump pada hari Minggu (11/1) menyarankan Kuba untuk membuat kesepakatan dengan Washington. "Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang masuk ke Kuba -- Nol! Saya sangat menyarankan mereka untuk membuat kesepakatan, sebelum terlambat," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
"Kuba hidup, selama bertahun-tahun, dengan sejumlah besar minyak dan uang dari Venezuela," kata Trump.