Jakarta, Radio Bharata Online - Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Lu Kang, mengatakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan hasil dari persahabatan antara Cina dan Indonesia, yang menunjukkan perkembangan pesat hubungan bilateral.

Berbicara kepada China Global Television Network (CGTN) pada hari Selasa (29/8), Lu menggarisbawahi peran kereta api cepat dalam memperkuat hubungan bilateral, mencatat bahwa proyek penting di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan yang diusulkan oleh Tiongkok telah menunjukkan tingkat kemitraan yang tinggi antara kedua negara.

"Ini sudah menjadi proyek unggulan. Sejujurnya, sejak awal, proyek ini merupakan produk dari persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia. Ini adalah pertama kalinya Tiongkok bekerja sama dengan mitra asing kami untuk membangun sistem kereta api berkecepatan tinggi ini, dengan teknologi Tiongkok sendiri di tanah air mereka sendiri. Jadi sebenarnya, hal ini mencerminkan tingkat kemitraan yang tinggi. Dan juga dalam beberapa tahun terakhir, proyek ini menjadi saksi atau menunjukkan perkembangan, perkembangan pesat hubungan bilateral ini," kata Lu.

Menurut Lu, kedua negara memiliki banyak kesamaan latar belakang, kepentingan dan aspirasi yang sama dalam hal urbanisasi dan peremajaan nasional masing-masing.

Dia menunjukkan bahwa pertumbuhan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia tidak hanya karena bimbingan strategis dari para pemimpin tertinggi kedua negara, tetapi juga merupakan hasil dari kepentingan bersama dan aspirasi bersama kedua negara.

Lebih lanjut, duta besar itu juga memberikan pandangan mengenai pengembangan hubungan bilateral di masa depan, dengan harapan adanya upaya lebih lanjut yang dapat dilakukan untuk mendorong kemajuan Belt and Road Initiative yang digagas oleh Tiongkok dan Global Maritime Fulcrum yang digagas oleh Indonesia.

"Ke depan, kami juga mengharapkan lebih banyak kerja sama, lebih banyak eksplorasi untuk mensinergikan lebih lanjut Belt and Road Initiative dari Tiongkok dan gagasan Indonesia tentang Global Maritime Fulcrum. Saat ini kita tidak hanya memiliki mega proyek seperti Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, tetapi juga banyak proyek yang sudah berjalan seperti koridor ekonomi komprehensif regional, seperti proyek-proyek dalam kerangka 'Dua Negara dan Taman Kembar'," jelasnya.

"Kami juga menjajaki kemungkinan pengembangan lebih lanjut seperti, misalnya, ekonomi digital, e-commerce, kota pintar, teknologi hijau, kesehatan, dan juga apa yang paling dicita-citakan oleh teman-teman Indonesia, yaitu industrialisasi hilir. Dan kami juga mengharapkan lebih banyak pertukaran orang ke orang, yang merupakan hal yang paling penting dalam hubungan bilateral," tambahnya.

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang sangat dinanti-nantikan, yang menghubungkan ibukota Indonesia dengan empat kota terbesar di Indonesia, diharapkan akan segera diresmikan.

Setelah selesai dibangun dan mulai beroperasi, jalur kereta api sepanjang 142,3 kilometer dengan kecepatan 350 kilometer per jam ini akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung dari lebih dari tiga jam menjadi sekitar 40 menit saja.