Wenzhou, Bharata Online - World Young Scientist Summit (KTT Ilmuwan Muda Dunia) resmi dibuka pada hari Sabtu (24/10) di Wenzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, dengan menghadirkan lebih dari 800 ilmuwan dan wirausahawan dari lebih dari 60 negara dan wilayah.

Acara ini juga dilengkapi dengan pusat pameran di luar lokasi konferensi utama, yang menampilkan berbagai produk inovatif untuk penerapan di dunia nyata, sehingga menarik minat pengunjung dari seluruh dunia.

Banyak pengunjung tidak hanya melihat-lihat pameran, tetapi juga menjajaki potensi kemitraan. Inovasi yang dipamerkan mencakup berbagai bidang, mulai dari daur ulang mineral berharga dari limbah konstruksi hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) di berbagai industri.

"Pendekatan baru kami dalam menangani limbah padat menggunakan proses rendah karbon, tanpa pembakaran, dan pengeringan cepat pada suhu rendah. Metode ini mengubah berbagai jenis limbah padat menjadi bahan baku industri, bahan penolong, serta material bangunan daur ulang," ujar Shao Zhang, Wakil Presiden Wenzhou Hailuo Group.

"Di Brasil, kami belum memiliki teknologi untuk memanfaatkan limbah konstruksi seperti ini. Kami terus mencari teknologi baru, dan sebagai perwakilan asosiasi insinyur di Brasil, kami datang ke Tiongkok dengan harapan dapat membawa teknologi ini ke Brasil," kata Leonardo Monteiro Rodrigues dari Federasi Insinyur Brasil.

Priyanga Talagala, seorang Dosen Senior di Kwame Nkrumah University of Science and Technology, menyoroti kemampuan multibahasa dari agen AI yang dipamerkan.

"Agen AI ini mampu memahami berbagai bahasa. Kami berasal dari Sri Lanka dan mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa ibu kami. Ternyata sistem tersebut dapat memahami bahasa kami dengan sangat mudah, meskipun bahasa kami tidak umum digunakan di dunia," ungkapnya.

Sebuah kursi roda menarik perhatian Ashutosh Tiwari, Sekretaris Jenderal International Association of Advanced Materials yang bermarkas di Swedia. Tiwari menyatakan bahwa ia telah memutuskan untuk memperkenalkan produk tersebut ke pasar Eropa melalui kerja sama dengan pihak eksibitor asal Tiongkok.

"Saya sudah mengambil foto perusahaan tersebut. Kantor kami akan segera menghubungi mereka secara resmi untuk memulai kerja sama bisnis di Swedia dan Eropa," ujarnya.