PARIS, Bharata Online - Industri pertahanan Tiongkok memanfaatkan ajang Paris Air Show 2026 untuk memamerkan berbagai sistem pertahanan anti-drone terbaru, seiring meningkatnya permintaan global terhadap teknologi penangkal pesawat nirawak akibat konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.
Perusahaan-perusahaan pertahanan Tiongkok menampilkan sejumlah solusi anti-drone yang mencakup sistem radar, perangkat peperangan elektronik (electronic warfare), senjata laser, hingga sistem intersepsi terintegrasi yang dirancang untuk menghadapi ancaman drone kecil, drone kamikaze, dan kawanan drone (drone swarm).
Menurut para pengamat militer, perang di Ukraina, konflik Timur Tengah, serta berbagai operasi militer modern telah menunjukkan bahwa drone berbiaya murah mampu mengancam aset militer bernilai tinggi seperti tank, kapal perang, pangkalan udara, bahkan sistem pertahanan udara. Kondisi tersebut membuat pasar teknologi anti-drone berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Delegasi Tiongkok menegaskan bahwa sistem yang dipamerkan dirancang untuk memberikan perlindungan berlapis terhadap ancaman udara jarak dekat. Beberapa sistem mampu mendeteksi, mengganggu sinyal komunikasi drone, mengambil alih kendali, hingga menghancurkan target menggunakan energi terarah atau amunisi khusus.
Kehadiran produk-produk pertahanan Tiongkok di Paris Air Show juga mencerminkan ambisi Beijing untuk memperluas pasar ekspor teknologi militernya. Selama ini, Tiongkok telah menjadi salah satu pemasok utama drone militer bagi sejumlah negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah, dan kini berupaya memperkuat posisi pada sektor pertahanan anti-drone yang tengah berkembang [SCMP]