Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Shu Jueting, setuju bahwa India akan memiliki hak untuk bergabung dengan perjanjian perdagangan bebas yang "terbuka dan inklusif" yang dikenal sebagai Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

Shu membuat komentar tersebut pada sebuah konferensi pers hari Kamis (31/8) di Beijing dalam menanggapi sebuah pertanyaan mengenai pernyataan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Shouwen, baru-baru ini di New Delhi, yang mengatakan bahwa India bebas untuk bergabung dengan RCEP dan hal itu akan meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

India adalah bagian dari negosiasi yang membentuk perjanjian multilateral ini, namun memutuskan untuk keluar sebelum perjanjian tersebut diselesaikan.

"Sesuai dengan perjanjian, India, yang telah menjadi pihak dalam negosiasi awal, telah memiliki pilihan untuk mengajukan aksesi sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari tahun lalu. RCEP merupakan perjanjian perdagangan bebas yang terbuka dan inklusif, menyambut semua pihak, termasuk India, untuk berpartisipasi," ujar Shu.

Perjanjian RCEP ditandatangani pada bulan November 2020 oleh 15 negara Asia-Pasifik setelah delapan tahun negosiasi. Perjanjian ini mulai berlaku pada hari pertama tahun 2022, menciptakan blok perdagangan terbesar di dunia.

Pertemuan Menteri RCEP kedua diadakan di Semarang, Indonesia pada tanggal 21 Agustus 2023, dengan semua pihak sepakat untuk mengadakan diskusi berkelanjutan dan memfasilitasi pembentukan prosedur aksesi untuk anggota baru RCEP.