BEIJING, Radio Bharata Online – Sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk tahun 2023, Indonesia berpotensi mendapat perhatian di Pameran Tiongkok-ASEAN (China-ASEAN Expo) ke-20, yang berlangsung di ibu kota Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok selatan, pada 16 sampai 19 September 2023.
Dalam 19 edisi Pameran sebelumnya, ribuan pelaku usaha Indonesia berpartisipasi dan memamerkan produk mereka di lebih dari 2.100 stan. Sejak dipamerkan dalam even tersebut, biji kakao Indonesia, perlengkapan rumah tangga, kerajinan tangan, dan sarang burung walet langsung disukai konsumen Tiongkok.
Pameran tahun ini menampilkan partisipasi seluruh anggota ASEAN, plus negara-negara mitra Belt and Road. Angka partisipasi meningkat sebesar 18,2 persen menjadi hampir 2.000 perusahaan dibandingkan tahun lalu, termasuk 350 perusahaan Global Fortune 500.
Saat Pameran Tiongkok-ASEAN merayakan hari jadinya yang ke-20 tahun ini, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang pada hari Minggu mengatakan, Pameran Tiongkok-ASEAN telah menyaksikan perkembangan hubungan bilateral yang berkelanjutan sejak didirikan, dan kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkuat diri melalui persatuan, menangkan kerja sama, dan pertimbangan bagi dunia.
Dalam 20 tahun terakhir, lebih dari 70 jenis buah-buahan dari negara-negara ASEAN telah disetujui untuk diimpor ke Tiongkok. Buah-buahan ASEAN selalu menjadi salah satu produk terpopuler di Pameran Tiongkok-ASEAN.
Selama 14 tahun berturut-turut, Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN. Data terbaru dari Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok menunjukkan, bahwa selama delapan bulan pertama tahun 2023, total nilai perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN adalah 4,11 triliun yuan (USD 570 miliar). (CGTN)