Brasilia, Radio Bharata Online - Marco Antonio Chamon, Presiden Badan Antariksa Brasil, mengatakan bahwa kemitraan eksplorasi ruang angkasa Brasil-Tiongkok merupakan contoh utama kerja sama Selatan-Selatan, yang menyoroti signifikansinya bagi program ruang angkasa Brasil dan kemajuan teknologi secara keseluruhan.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) pada hari Minggu (10/9) di Brasilia, ibu kota Brasil. Tahun ini menandai ulang tahun ke-35 kerja sama antariksa antara Brasil dan Tiongkok.
Pada bulan Juli 1988, kedua negara menandatangani perjanjian yang menetapkan penelitian bersama dan produksi satelit penelitian bumi. Satelit pertama diluncurkan dari Tiongkok pada tahun 1999.
Kepala badan antariksa itu mengatakan bahwa Tiongkok telah menjadi mitra yang sudah lama dan vital dalam program antariksa Brasil, berkontribusi pada kemajuan teknologi dan mendorong kerja sama Selatan-Selatan, yang menghasilkan pengembangan industri antariksa yang berkembang pesat dan berbagai aplikasi praktis.
"Tiongkok khususnya telah menjadi mitra tetap program antariksa Brasil dan Brasil secara umum selama 35 tahun terakhir. Dan saya percaya bahwa kerja sama ini sangat penting bagi Program Antariksa Brasil dan negara. Ini adalah kerja sama Selatan-Selatan yang patut dicontoh, kerja sama yang membawa manfaat besar dari sudut pandang teknologi. Kami telah mengembangkan industri antariksa di Brasil berkat kerja sama ini dan kami telah mengembangkan banyak aplikasi yang berguna bagi masyarakat berkat kerja sama ini," ungkap Chamon.
"Ini adalah kemitraan yang didasarkan pada kepercayaan. Jadi, ini adalah kemitraan yang memiliki semua persyaratan untuk menjadi kemitraan yang bermanfaat di masa depan," tambahnya.
Chamon menekankan pentingnya konsultasi dan kerja sama internasional di antara negara-negara untuk mengatasi tantangan dan konflik seputar eksplorasi ruang angkasa.
"Saya pikir ini adalah bidang eksplorasi yang jauh lebih baru dibandingkan dengan bidang lainnya di dunia, ini adalah bidang yang masih dipahami oleh banyak negara. Brasil percaya, dan badan antariksa juga percaya, bahwa perlu ada konsultasi antara semua negara agar eksplorasi ruang angkasa dapat dilakukan. Karena ini adalah eksplorasi yang sangat menantang dari sudut pandang ekonomi dan teknologi, maka perlu bagi negara-negara untuk bersatu agar eksplorasi ini dapat dilakukan. Jadi, tentu saja, setiap konflik yang mungkin ada harus diselesaikan dan akan diselesaikan," jelasnya.