Jakarta, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia pada hari Kamis (7/9) menyatakan harapannya bahwa kerja sama antara Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pidato utama Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, pada KTT ASEAN di Jakarta, hari Rabu (6/9). Li mengatakan bahwa Tiongkok dan ASEAN harus bekerja sama untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan interkonektivitas, dan memperdalam kerja sama di bidang industri dan rantai pasok demi terciptanya komunitas Tiongkok-ASEAN yang lebih dekat dengan masa depan bersama.
Pesan ini beresonansi dengan para pejabat dari negara-negara ASEAN, menurut Teuku Faizasyah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia.
"Ada potensi bagi ASEAN (dan) Tiongkok untuk lebih meningkatkan hubungan mereka. Jika Anda mengikuti pertemuan ASEAN Plus China kemarin, saya pikir cukup jelas bahwa ada banyak harapan dari kedua belah pihak untuk keterlibatan yang berkelanjutan dan nada positif dari diskusi," ujarnya.
Faizasyah menekankan bahwa diskusi multilateral yang berlangsung di KTT ini merupakan sesuatu yang unik bagi kawasan tersebut.
"Jika Anda bandingkan dengan banyak organisasi regional lainnya, tidak ada kesempatan seperti ini bagi negara-negara di Asia Timur untuk berkumpul dan mengeksplorasi isu-isu, termasuk negara-negara di luar kawasan yang memiliki kepentingan terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan ini. Dengan segala niat baik, kami berharap ini menjadi salah satu forum yang berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di ASEAN dan kawasan yang lebih luas," katanya.
Para pemimpin negara ASEAN yang hadir mengatakan bahwa mereka bersedia untuk bekerja sama dengan Tiongkok untuk lebih meningkatkan rasa saling percaya, memperkuat sinergi dengan Prakarsa Sabuk dan Jalan, memperdalam kerja sama di berbagai bidang, bersama-sama mengatasi perubahan iklim dan tantangan global lainnya, serta membangun komunitas ASEAN-Tiongkok untuk masa depan bersama.
Sejak dimulainya hubungan dialog pada awal tahun 1990-an, Tiongkok dan ASEAN telah melangkah maju bersama melalui kerja sama yang komprehensif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan ini.