OTTAWA, Bharata Online – Sejumlah pejabat tinggi sepak bola Iran dilaporkan meninggalkan Kanada sebelum dimulainya Kongres FIFA pekan ini. Media Iran pada Rabu (29/4) mengatakan, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), sekretaris jenderal, dan wakil sekretaris jenderal kembali ke Turkiye dengan penerbangan pertama yang tersedia.
Keputusan itu diambil setelah mereka mengalami perlakuan yang dianggap tidak pantas saat pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Toronto, Kanada.
“Mereka kembali ke Turkiye dengan penerbangan pertama karena perilaku tidak pantas petugas imigrasi di bandara dan penghinaan terhadap salah satu lembaga paling terhormat dari Angkatan Bersenjata Iran,” demikian laporan sejumlah media, tanpa merinci insiden tersebut lebih lanjut,
Ketegangan ini tidak lepas dari kebijakan Kanada yang pada 2024 menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Kebijakan tersebut secara otomatis melarang anggotanya memasuki wilayah Kanada.
Presiden FFIRI Mehdi Taj diketahui merupakan mantan anggota IRGC, yang kemungkinan turut mempengaruhi situasi di bandara. Pemerintah Kanada menyatakan tidak dapat mengomentari kasus individu karena undang-undang privasi.
Namun, dalam pernyataan resminya, otoritas imigrasi menegaskan bahwa “pejabat IRGC tidak dapat diterima di Kanada dan tidak memiliki tempat di negara kami.”
Sementara itu, Menteri Keamanan Publik Gary Anandasangaree sebelumnya menyebut bahwa mengeluarkan pejabat IRGC dari Kanada merupakan “prioritas utama”, di tengah laporan bahwa ratusan anggota kelompok tersebut memiliki izin tinggal di negara itu.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia. Keraguan muncul sejak pecahnya konflik Timur Tengah pada 28 Februari yang dipicu oleh serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan lalu menegaskan bahwa para pemain Iran tetap akan diterima di turnamen tersebut.
Namun, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa saja melarang masuk anggota delegasi Iran yang dianggap memiliki hubungan dengan IRGC.
Sebelumnya, FFIRI menyatakan tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan Iran dari Amerika Serikat ke Meksiko. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa Iran tetap akan tampil sesuai jadwal. [Kompas]