Radio Bahrata Online - Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Plus Tiga ke-26, Li Qiang, Perdanan Menteri Tiongkok mengklarifikasi posisi Tiongkok terkait isu pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima di Jepang, dan meminta Jepang untuk menangani masalah tersebut secara bertanggung jawab.

"Pembuangan air yang terkontaminasi nuklir menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan ekologi kelautan global dan kesehatan masyarakat," sebut Li.

Dia menyerukan kepada Jepang untuk sungguh-sungguh memenuhi kewajiban internasionalnya, berkonsultasi sepenuhnya dengan negara-negara tetangga dan pemangku kepentingan terkait, serta menangani air yang terkontaminasi nuklir dengan cara yang bertanggung jawab.

Para pemimpin yang menghadiri KTT tersebut mengatakan kerja sama Asian Pluss Three (APT) telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan regional.

Pihak-pihak terkait harus mengoordinasikan tindakan, menjunjung multilateralisme, dan memanfaatkan implementasi Rencana Kerja Sama APT terbaru sebagai peluang untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang seperti ekonomi dan perdagangan, investasi, ekonomi digital, serta pembangunan ramah lingkungan dan rendah karbon.

Para pemimpin itu juga mengatakan bahwa pihak-pihak terkait harus bergandengan tangan guna mengatasi berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan energi dan pangan, sehingga dapat memberikan dorongan baru bagi stabilitas dan kemakmuran regional, serta menjadikan Asia Timur sebagai pusat perdamaian dan pertumbuhan.

Deklarasi bersama mengenai pengembangan ekosistem kendaraan listrik di antara para pemimpin negara-negara APT diadopsi pada pertemuan puncak tersebut.