Beijing, Bharata Online - Total impor dan ekspor barang Tiongkok dalam denominasi yuan naik menjadi 41,21 triliun yuan (sekitar 97.317 triliun rupiah) dalam 11 bulan pertama tahun 2025, naik 3,6 persen secara tahunan (year-on-year), menurut data resmi yang dirilis pada hari Senin (8/12).
Menurut Administrasi Umum Kepabeanan, tingkat pertumbuhan itu tetap stagnan dibandingkan dengan peningkatan 3,6 persen yang tercatat dalam 10 bulan pertama tahun ini.
Menurut data tersebut, Tiongkok mengekspor barang senilai 24,46 triliun yuan (sekitar 57.779 triliun rupiah), naik 6,2 persen secara tahunan; sementara impor barang senilai 16,75 triliun yuan (sekitar 39.555 triliun rupiah), naik 0,2 persen secara tahunan dalam 11 bulan pertama 2025.
Menurut Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, perdagangan dengan negara-negara yang berpartisipasi dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan mencapai 21,33 triliun yuan (sekitar 50.370 triliun rupiah), naik 6 persen, yang mencakup 51,8 persen dari total perdagangan luar negeri Tiongkok.
Pada bulan November 2025 saja, impor dan ekspor barang Tiongkok naik tipis 4,1 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 3,9 triliun yuan (sekitar 9.221 triliun rupiah), naik 4,1 persen secara tahunan (year-on-year).
Ekspor mencapai 2,35 triliun yuan (sekitar 5.557 triliun rupiah), naik 5,7 persen secara tahunan (year-on-year), sementara impor mencapai 1,55 triliun yuan (sekitar 3.665 triliun rupiah), naik 1,7 persen secara tahunan (year-on-year).
"Hingga November, impor dan ekspor barang Tiongkok telah mempertahankan pertumbuhan year-on-year selama 10 bulan berturut-turut. Pada bulan November saja, tingkat pertumbuhan year-on-year impor dan ekspor meningkat empat poin persentase lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya. Baik ekspor maupun impor mengalami pertumbuhan secara tahunan dan secara bulanan, yang mencerminkan ketahanan dan vitalitas jangka panjang perdagangan luar negeri Tiongkok," ujar Lyu Daliang, Kepala Departemen Statistik dan Analisis, Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok.