Boao, Radio Bharata Online - Perkembangan pesat teknologi inovatif yang diwakili oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan memainkan peran katalisator dalam memecahkan masalah penelitian sosial dan ilmiah, kata para ahli pada konferensi tahunan Boao Forum for Asia (BFA) 2024 yang sedang berlangsung.
Pada sub-forum yang berfokus pada topik singularitas teknologi, para tamu mendiskusikan bidang revolusi teknologi mana yang paling mungkin mendekati "singularitas". Kecerdasan buatan generatif, yang menunjukkan perkembangan paling cepat, menjadi sorotan utama dalam acara tersebut.
Para tamu mengatakan bahwa jika masa depan AI dapat direncanakan dan dirancang dengan lebih baik, teknologi terobosan ini akan memainkan peran yang sangat luas dalam memecahkan masalah manusia di berbagai bidang.
"Penemuan alat teknologi baru yang fundamental dan disruptif akan menjadi yang paling menentukan, dan kita berada di fase awal digitalisasi dalam banyak hal. Dan saya sangat berharap kita bisa mendapatkan solusi AI dengan cepat, sehingga kita dapat beralih ke ekonomi perak, ekonomi di mana populasi 65 tahun ke atas akan menjadi 35, 40 persen dari total populasi," ujar Esko Tapani Aho, mantan Perdana Menteri Finlandia.
"Belum lama ini, Tiongkok berhasil meluncurkan satelit estafet ke bulan, sehingga manusia dapat menjelajahi sisi jauh bulan. Dengan alat canggih seperti AI dan metode pembelajaran mesin, eksplorasi manusia terhadap sumber daya seluruh Mars, dan Bulan pada khususnya, akan sangat dipercepat di masa depan," kata Zhang Keke, Direktur Laboratorium Kunci Negara untuk Ilmu Pengetahuan Bulan dan Planet di Universitas Sains dan Teknologi Makau.