Tibet, Bharata Online - Sebuah sekolah dasar di wilayah Maru, Daerah Otonom Tibet di Tiongkok Barat Daya, yang mengalami kerusakan akibat gempa, telah mendirikan lebih dari 30 tenda di lapangan sekolah sebagai tempat penampungan sementara bagi para staf pengajar beserta keluarga mereka.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Kabupaten Baqen di Kota Nagqu pada hari Kamis (22/10) lalu pukul 22.33 waktu Beijing (14.33 GMT).
Wilayah Maru termasuk salah satu daerah yang paling parah terdampak gempa. Satu-satunya sekolah dasar di wilayah tersebut, Sekolah Dasar Maru, mengalami kerusakan berat.
Dua gedung sekolah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari retakan pada dinding, jendela yang pecah, hingga bagian bangunan yang runtuh. Asrama bagi staf pengajar dan siswa juga turut terdampak. Untungnya, seluruh siswa dan guru berhasil dievakuasi dengan selamat.
Banyak siswa sedang tidur di asrama saat gempa terjadi. Segera setelah gempa, para guru langsung mengevakuasi para siswa ke tempat yang aman.
"Kami langsung menuju asrama. Beberapa siswa masih tidur, jadi kami membangunkan mereka dan membawa mereka keluar," ujar seorang guru.
Meskipun beberapa guru mengalami luka-luka akibat gempa, tidak ada siswa yang terluka.
Lapangan olahraga sekolah kini telah diubah menjadi tempat penampungan terpusat, dengan lebih dari 30 tenda berbahan katun tebal yang didirikan untuk staf pengajar, keluarga mereka, dan petugas logistik.
Persediaan di dalam tenda cukup melimpah, mencakup selimut tebal, makanan, camilan, dan teh khas setempat. Aliran listrik telah pulih sehari setelah gempa, dan tim logistik memastikan ketersediaan tiga kali makan sehari bagi semua orang yang berada di sana.
Seorang anak yang tinggal di tempat penampungan tersebut mengatakan bahwa satu tenda ditempati oleh enam orang, dan selimut yang dibagikan kepada mereka cukup tebal.
"Rasanya seperti di rumah sendiri karena keluarga saya ada di sini, dan saya bisa makan di sini, baik pagi, siang, maupun malam," ungkap anak tersebut.
Mengingat libur musim dingin belum dimulai, pihak sekolah tengah menyusun rencana untuk kelanjutan kegiatan belajar siswa, termasuk melalui pembelajaran daring atau memindahkan siswa ke sekolah lain yang aman di dekat lokasi tersebut.
Untuk mengatasi hawa dingin musim dingin, pihak sekolah telah mengajukan permohonan kepada otoritas setempat untuk mendapatkan unit bangunan prefabrikasi, yang diperkirakan akan tiba dalam dua hari ke depan. Unit-unit ini akan menggantikan tenda-tenda yang ada dan berfungsi sebagai ruang kelas sementara.