Tibet, Bharata Online - Upaya penyelamatan dan bantuan sedang berlangsung secara intensif di Kabupaten Baqen, Daerah Otonom Tibet, Tiongkok Barat Daya, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang terjadi pada hari Kamis (22/10) lalu.

Gempa tersebut mengguncang pada Kamis (22/10) pukul 22.33, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-luka hingga Jumat (23/10) sore. Gempa ini juga merusak atau menghancurkan 339 rumah dan 20 kandang ternak.

Hingga Sabtu (24/10) pukul 20.30, pasokan listrik di wilayah terdampak telah pulih sepenuhnya. Pada Minggu (25/10) pukul 15.00, tim penyelamat dari Komando Militer Tibet telah merampungkan operasi pencarian dan penyelamatan serta pemeriksaan keamanan di tujuh desa yang mencakup 475 rumah tangga di Kecamatan Maru, sekaligus memberikan bantuan medis.

Sebanyak 60 unit hunian sementara berbentuk kontainer pertama dipasang pada hari Minggu (25/10) di Kecamatan Maru, salah satu wilayah yang terdampak parah oleh gempa. Para warga mulai pindah dari tenda ke dalam unit-unit tersebut pada sore harinya. Sebanyak 180 unit sisanya diperkirakan akan siap pada Senin (26/10) pagi.

Tim penyelamat terus menyediakan makanan hangat dan air minum bagi warga yang terdampak bencana, guna memastikan kebutuhan dasar pangan dan air mereka terpenuhi.

Pasca-gempa, rumah-rumah di beberapa kecamatan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Otoritas perumahan dan konstruksi setempat segera membentuk tim penilaian darurat untuk melakukan pemeriksaan, mengidentifikasi potensi bahaya, serta memasang label penanda status keamanan pada setiap bangunan. Langkah ini menjadi dasar penting bagi proses perbaikan dan rekonstruksi selanjutnya.

"Seluruh warga yang terdampak kini telah dipindahkan ke tenda-tenda, sehingga setiap orang memiliki tempat tinggal yang aman. Unit hunian kontainer juga mulai tiba secara bertahap di berbagai lokasi permukiman. Pada tahap berikutnya, pekerjaan perbaikan dan rekonstruksi akan dilaksanakan berdasarkan hasil penilaian darurat, dengan tujuan agar warga dapat segera menempati rumah yang aman dan layak huni," ujar Janggyu, Kepala Biro Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Kabupaten Baqen.