BEIJING, Radio Bharata Online – baru-baru ini sebuah tim peneliti Tiongkok telah merancang konsep baterai baru yang dapat mengekstraksi energi termal dari sumber limbah panas bersuhu rendah dan menggunakannya kembali hanya dengan mengontrol tekanan.

Seperti diketahui, Sekitar 70 persen konsumsi energi primer dunia hilang setelah konversi, terutama dalam bentuk panas, dengan temuan ini maka energi yang hilang tersebut dapat digunakan kembali sehingga lebih menguntungkan dan ramah lingkungan. Tim ilmuwan, yang dipimpin oleh peneliti dari Institute of Metal Research di bawah Chinese Academy of Sciences, mengembangkan "baterai panas" dengan amonium tiosianat yang dapat menyimpan panas secara langsung alih-alih mentransfernya ke bentuk lain seperti energi kimia.

Mereka berhasil memanfaatkan "efek barokalorik terbalik" yang unik, yang menyerap panas dengan tekanan sambil melepaskan panas dengan pelepasan tekanan juga. Ini adalah kebalikan dari efek barocaloric yang khas.

Li Bing, penulis studi  yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Science Advances mengatakan, “Siklus baterai termal barocaloric terdiri dari tiga langkah, yaitu, pengisian termal pada tekanan, penyimpanan dengan tekanan dan pelepasan termal pada depressurization,”.

Fase pembawa panas yang menahan tekanan dapat lebih menjamin penyimpananenergi dalam  jangka panjang yang stabil, menurut penelitian tersebut. Studi tersebut mencatat, pelepasan panas yang terjadi pada depresurisasi adalah 11 kali lebih banyak daripada energi mekanik input.

 Selain menyimpan limbah panas di pembangkit listrik termal, baterai termal juga diharapkan memiliki aplikasi luas di bidang lain seperti pendinginan solid-state, jaringan cerdas, dan manajemen panas rumah, penemuan ini berkontribusi pada upaya Tiongkok untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida pada tahun 2030 dan mencapainya. netralitas karbon pada tahun 2060, kata para peneliti. (people's daily)