BEIJING, Bharata Online - Konferensi Tahunan Forum Zhongguancun (ZGC Forum) 2026 yang baru-baru ini diadakan di Beijing telah memukau para tamu internasional dengan fokusnya pada integrasi yang lebih dalam antara inovasi teknologi dan industri, menyoroti bagaimana kemajuan inovatif Tiongkok membentuk kembali kehidupan sehari-hari.

Forum lima hari yang bertema "Integrasi Penuh Antara Inovasi Teknologi dan Industri" ini berakhir di ibu kota Tiongkok pada hari Minggu setelah mempertemukan lebih dari 1.000 peserta dari lebih dari 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Lebih dari 560 pencapaian mutakhir dipaparkan pada acara tersebut, mulai dari robot cerdas berwujud dan antarmuka otak-komputer hingga terobosan dalam aplikasi kuantum dan penelitian serta pengembangan 6G.

Tempat penyelenggaraan forum juga memamerkan sejumlah kreasi inovatif ini kepada para pengunjung, yang dapat menikmati secangkir kopi segar yang disiapkan oleh barista humanoid, serta terhibur oleh robot yang menampilkan tarian atau bahkan memainkan piano.

Dengan kehadiran robot humanoid canggih ini, para peserta internasional sepakat bahwa inovasi tidak lagi terbatas pada laboratorium tetapi kini meresap ke setiap aspek kehidupan sehari-hari.

"Kesan terdalam sebenarnya adalah melihat betapa banyaknya AI yang ada di mana-mana," kata Anders Karlsson, wakil presiden Elsevier, pemimpin global yang menyediakan informasi canggih dan dukungan pengambilan keputusan untuk mempercepat kemajuan dalam sains dan perawatan kesehatan di seluruh dunia.

"Forum Zhongguancun telah menjadi jendela internasional yang sangat penting untuk inovasi. Kita dapat mengetahui setiap tahun bagaimana inovasi mendorong [dan merupakan] komponen kunci pertumbuhan negara yang luar biasa ini," kata Vincenzo Lipardi, presiden dan salah satu pendiri SPICI, sebuah perusahaan Italia yang membantu bisnis dan perusahaan rintisan dengan layanan konsultasi strategis.

"Sebagai seorang ilmuwan dan sebagai pekerja sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya sangat senang melihat integrasi sains, teknologi, dan keberlanjutan," kata Shahbaz Khan, direktur Kantor Regional UNESCO untuk Asia Timur.

Salah satu tema utama forum tersebut adalah keterbukaan dan upaya untuk meningkatkan kerja sama, yang menunjukkan kepada dunia bahwa inovasi Tiongkok bertujuan untuk menghilangkan hambatan dan berbagi peluang, sehingga memungkinkan komunitas global untuk maju bersama.

"Ini pertama kalinya saya menghadiri forum ini. Dan saya sangat terkejut bahwa Anda memiliki tingkat inovasi yang sangat tinggi. Tiongkok terbuka terhadap ide-ide. Keterbukaan adalah jalan untuk menciptakan inovasi," kata Prof. Hussein Sherief, anggota Komite Internasional untuk Data Ilmiah dan Teknis (CODATA). [CCTV+]