AS, Radio Bharata Online - Produsen kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) Tiongkok memiliki keunggulan unik mulai dari pengendalian biaya hingga inovasi teknologi ketika mereka mengarah ke pasar AS yang sangat besar, menurut para pakar industri.

Seiring dengan tujuan Pemerintahan Biden untuk mengurangi emisi karbon, Badan Perlindungan Lingkungan April lalu mengumumkan peraturan untuk memastikan bahwa 67 persen dari kendaraan ringan baru yang dijual di AS adalah kendaraan listrik pada tahun 2032, sedangkan pangsa penjualan kendaraan listrik di negara tersebut hanya mencapai 5,8 persen pada tahun 2022.

Kesenjangan ini dapat berarti peluang bagi produsen mobil di dalam dan luar negeri, termasuk Tiongkok.

Pakar industri mengatakan bahwa AS tidak memiliki cukup bahan baku dan komponen untuk memenuhi permintaan mobil ramah lingkungan yang berpotensi berkembang pesat, dan Tiongkok mendominasi penambangan dan pengolahan mineral utama seperti grafit, yang banyak digunakan dalam baterai EV. Sementara itu, Tiongkok adalah produsen utama dari dua komponen utama baterai EV, yakni anoda dan katoda.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa produsen mobil Tiongkok berada di garis depan dalam hal pengendalian biaya dan inovasi teknologi, yang memberikan mereka keunggulan ketika berekspansi ke pasar AS.

"Seiring dengan semakin matangnya teknologi EV pada akhirnya, persaingan antara produsen mobil mungkin akan berfokus pada harga. Selain itu, saya pikir Tiongkok cukup kompetitif dalam hal kemampuan manufaktur, biaya tenaga kerja, dan biaya material," kata Hong Miao, mitra pendiri Silicon Valley Future Capital.

"Kami memiliki banyak teknologi baterai, teknologi semikonduktor, dan banyak rantai pasokan bahan baku lainnya yang berasal dari Tiongkok. Tiongkok memimpin dalam beberapa teknologi tersebut, dan saya pikir teknologi tersebut pada akhirnya akan berpindah ke Amerika Serikat juga. Jadi saya pikir ada peluang yang sangat bagus secara global bagi negara mana pun untuk menjadi produktif di Amerika Utara," kata Rich Schmidt, mantan Direktur operasi manufaktur Tesla.