Shanghai, Radio Bharata Online - Pembuat kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) asal Tiongkok yang didukung oleh raksasa perangkat lunak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) asal negara tersebut, SenseTime, bersiap untuk mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi AI mutakhir ke dalam produk terbarunya karena mereka ingin menarik perhatian konsumen dengan fitur-fitur berteknologi tinggi.

Pasar NEV di Tiongkok telah mengalami pertumbuhan besar dalam beberapa tahun terakhir, dengan penjualan NEV mencapai lebih dari 30 persen dari total penjualan mobil baru di Tiongkok pada tahun 2023. Saat ini terdapat lebih dari 20 juta kendaraan NEV yang digunakan di Tiongkok seiring dengan semakin banyaknya pengendara yang memilih untuk menjadi ramah lingkungan.

Pasar yang berkembang pesat telah menarik lebih banyak pemain dan menjadikan industri NEV sebagai salah satu arena yang paling kompetitif di Tiongkok karena merek-merek ternama berusaha untuk mendapatkan keunggulan dibandingkan para pesaing mereka.

SenseAuto, produsen mobil NEV yang didukung oleh raksasa perangkat lunak AI Tiongkok, SenseTime, telah menjadi salah satu pemimpin dalam menggunakan AI untuk menyediakan aplikasi seperti navigasi berkecepatan tinggi tanpa menghabiskan banyak daya komputasi.

"Kami meluncurkan fitur baru navigasi berkecepatan tinggi tahun lalu. Di masa depan, kami berharap lebih banyak produsen mobil menambahkan fitur ini ke produk mereka dan akan diadaptasi untuk digunakan di lebih banyak model mobil. Hal ini akan meningkatkan daya saing dalam mengamankan pangsa pasar yang lebih besar," kata Shi Jianping, Wakil Presiden pengemudian cerdas untuk SenseAuto.

Hingga Juni lalu, teknologi SenseTime telah diaplikasikan pada lebih dari 60 model mobil, termasuk merek-merek mobil ternama dalam negeri seperti SAIC Motor, GAC Motor, dan Nio, dengan lebih dari 36 juta unit mobil yang sudah dilengkapi dengan teknologi ini.

Shi mengatakan bahwa pembuat NEV sekarang mempercepat proses 'pelatihan' model besarnya, yang sangat penting dalam meningkatkan daya komputasi mesin.

"Saat ini, perusahaan kami (SenseTime) menggunakan lebih dari 50.000 GPU (unit pemrosesan grafis). SenseAuto sekarang menggunakan lebih dari 10.000 unit. Untuk solusi yang menggunakan model AI yang besar, solusi ini harus dilatih dengan beberapa ratus GPU selama berminggu-minggu atau bahkan sampai sebulan. Jika kami memiliki daya komputasi yang memadai, kami dapat menguji solusi dengan kebutuhan daya komputasi yang lebih tinggi," jelas Shi.

SenseTime sekarang memiliki pusat komputasi di beberapa lokasi termasuk di kota Guangzhou dan Shenzhen di Tiongkok selatan, serta di barat daya Kota Chongqing dan Provinsi Fujian di Tiongkok timur. Pada awal tahun 2022, perusahaan itu mulai beroperasi di Pusat Data Kecerdasan Buatan di Shanghai.

Ketika pasar NEV Tiongkok terus berkembang pesat, salah satu orang dalam industri mengatakan bahwa meningkatnya persaingan untuk mendapatkan ruang pasar berarti produsen mobil perlu mempercepat berbagai fitur teknologi tinggi baru yang ditambahkan ke produk mereka. 

Shi Shuai, mitra Roland Berger, konsultan global yang berbasis di Eropa, mengatakan bahwa ia mengharapkan teknologi yang terkait dengan pengembangan baterai, mengemudi secara otonom, dan pembangunan infrastruktur untuk berperan dalam persaingan yang sedang berlangsung.

"Salah satunya adalah teknologi yang berhubungan dengan baterai, teknologi yang berhubungan dengan elektrifikasi seperti jenis baterai baru, BMS (sistem manajemen baterai), sistem kontrol, dan teknologi yang berhubungan dengan manufaktur. Perspektif lainnya adalah perspektif mengemudi otonom, termasuk perangkat lunak, termasuk platform komputasi tinggi, chip, terkait semikonduktor. Dan yang lainnya adalah infrastruktur, seperti infrastruktur pengisian daya cepat dan (infrastruktur) terkait penukaran baterai yang dilengkapi dengan model bisnis baru," ujar Shi.

November lalu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok mengumumkan program percontohan untuk kendaraan cerdas yang terhubung, dengan kota-kota seperti Beijing dan Shanghai yang mengizinkan kelompok pertama pembuat mobil untuk menguji coba beberapa kendaraan ini.