BEIJING, Radio Bharata Online – Sabtu lalu,Tiongkok berhasil melakukan uji coba mesin utama Long March-10, sebuah roket pembawa baru yang dirancang untuk misi pendaratan berawak di bulan. Tiongkok secara aktif membuat kemajuan untuk mewujudkan tujuannya, mendaratkan astronotnya di bulan pada tahun 2030.

China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) pada hari Minggu mengatakan, mesin yang digunakan dalam pengujian, menggunakan oksigen cair canggih sebagai bahan bakar, dan dapat mencapai daya dorong 130 ton. Ini adalah versi terbaru dari mesin roket aktif terkuat Tiongkok, yang memiliki daya dorong 120 ton, dan digunakan dalam teknologi roket termasuk Long March-5.

Wang Yanan, pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge yang berbasis di Beijing, kepada Global Times pada hari Minggu mengatakan, meski daya dorong mesin hanya meningkat 10 ton, tahap pertama Long March-10 dilaporkan akan membawa 21 mesin. Ini akan menambah total 210 ton daya dorong.

Zhou Xianqi, seorang peneliti dari CASC, kepada Global Times mengatakan, bahwa mesin telah memenuhi semua persyaratan dalam tes hari Sabtu. Dia mencatat bahwa start-up, shutdown, dan stabilitas mesin dalam kondisi tinggi dan rendah, telah diuji, dan semua parameter telah diperoleh.

Rong Yi, seorang ahli roket dari China Academy of Launch Vehicle Technology, seperti dikutip oleh Kantor Berita Xinhua pada hari Sabtu menuturkan, roket pembawa baru, terutama telah dikembangkan untuk tujuan mengirim pesawat ruang angkasa dan pendarat bulan, ke orbit transfer Bumi-bulan.

Menurut Xinhua, roket tersebut menggunakan hidrogen cair, oksigen cair, dan minyak tanah sebagai propelan.  Roket memiliki total panjang sekitar 92 meter, berat lepas landas sekitar 2.187 ton, daya dorong lepas landas sekitar 2.678 ton, dan daya dukung tidak kurang dari 27 ton, untuk orbit transfer Bumi-bulan.

Long March-10 berfungsi sebagai pilar strategis bagi tujuan Tiongkok untuk mendaratkan taikonaut di bulan sebelum tahun 2030. Rong berharap, persiapan untuk penerbangan perdana, diharapkan dimulai pada tahun 2027. (Global Times)