Laut Tiongkok Selatan, Bharata Online - Seorang Juru Bicara Liliter Tiongkok mendesak pihak Filipina untuk mengendalikan secara ketat operasi pasukan maritim dan udaranya, segera menghentikan semua tindakan provokatif dan berisiko, serta menghentikan kampanye fitnah dan propagandanya pada hari Jumat (27/3).

Menurut Zhai Shichen, Juru Bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, Kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat atau People's Liberation Army Navy Ship (PLANS) Tiongkok 532 sedang melakukan patroli rutin pada tanggal 25 Maret 2026 di perairan di bawah yurisdiksi Tiongkok dekat Zhubi Jiao di Nansha Qundao, Tiongkok.

Zhai mengatakan, setelah mendeteksi kapal Angkatan Laut Filipina, PLANS 532 memulai komunikasi radio untuk mengingatkan kapal Filipina.

Mengabaikan peringatan radio berulang kali dari pihak Tiongkok, kapal Filipina 507, yang berlayar di sisi kiri PLANS 532, menyesuaikan haluannya ke sisi kanan sebelum dengan sengaja berbelok ke arah yang sama, mendekati PLANS 532 secara berbahaya dan mengganggu navigasinya. Menurut Zhai, PLANS 532 kemudian melakukan manuver profesional dan terstandarisasi, sehingga berhasil menghindari kecelakaan.

Juru Bicara tersebut mengatakan, operasi kapal Angkatan Laut Filipina tidak aman dan tidak profesional, yang dapat dengan mudah menyebabkan kecelakaan maritim.

"Lebih buruk lagi, pihak Filipina membuat tuduhan palsu, mengklaim bahwa kapal Tiongkok melakukan 'pendekatan berbahaya'," kata Zhai.

"Kami dengan tegas mendesak pihak Filipina untuk mengendalikan operasi pasukan maritim dan udaranya secara ketat, segera menghentikan semua tindakan provokatif dan berisiko, serta kampanye fitnah dan propagandanya," ujar Zhai.

Juru Bicara itu menambahkan bahwa Pasukan Komando Teater Selatan tetap siaga tinggi setiap saat dan akan dengan tegas membela kedaulatan teritorial, keamanan, dan perdamaian serta stabilitas Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.