Baotou, Radio Bharata Online - Industri baja dan petrokimia Tiongkok, yang merupakan penghasil emisi utama di sektor industri, telah menggunakan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau carbon capture, utilization, and storage (CCUS) untuk mengurangi jejak emisi mereka dan bahkan menghasilkan keuntungan selama proses tersebut.

Di sebuah pabrik di Kota Baotou, Daerah Otonomi Mongolia Dalam di Tiongkok utara, terak (ampas) baja dan karbon dioksida yang ditangkap melalui teknologi CCUS telah digunakan untuk memproduksi kalsium karbonat, bahan utama untuk produk industri termasuk cat, plastik, dan perekat.

Saat ini, proyek tersebut dapat memproses 100.000 ton terak (ampas) baja per tahun.

"Ini adalah reaktor utama. Reaktor ini dapat mengolah 12,5 ton terak baja per jam. Melalui reaksi kimia, satu ton terak baja yang diproses dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 1,25 ton," kata Yu Wenjiang, Manajer Umum Inner Mongolia Baorong Eco-friendly New Materials, anak perusahaan dari produsen baja utama Tiongkok, Baogang Group.

Dengan perkiraan 90 juta ton terak baja yang dihasilkan di seluruh Tiongkok setiap tahunnya, teknologi ini memiliki potensi untuk membantu mengurangi lebih dari 110 juta ton emisi karbon secara langsung dan tidak langsung jika diadopsi secara nasional.

Beberapa kalsium karbonat yang dihasilkan telah digunakan untuk memproduksi kantong plastik yang dapat terurai secara hayati dan pipa polivinil klorida (PVC), sehingga memberikan sumber pendapatan baru bagi produsen baja tersebut.

"Saat ini, (teknologi ini) menghasilkan keuntungan sekitar 100 yuan (sekitar 209 ribu rupiah) per ton. Di masa depan, kita mungkin tidak perlu lagi menambang kalsium oksida. Pabrik baja akan dapat mengubah limbah mereka sendiri menjadi bahan yang berharga untuk diproses lebih lanjut," ujar Meng Fanying, Ketua Dewan Direksi Baogang Group.

Di tempat lain, perusahaan penyulingan minyak terbesar di Tiongkok, Sinopec Group, juga ikut serta dalam CCUS. Pada pertengahan Juli, pipa sepanjang 109 kilometer dari anak perusahaan Sinopec Qilu Petrochemical, secara resmi dioperasikan. Pipa ini memiliki kapasitas untuk mentransfer 1,7 juta ton CO2 yang ditangkap oleh perusahaan ke Ladang Minyak Shengli setiap tahun.

Di sana, CO2 dipompa ke dalam sumur-sumur dengan cadangan minyak dalam jumlah kecil yang tidak dapat diekstraksi dengan cara standar. CO2 memaksa minyak masuk ke dalam ruang pengumpulan, dan kemudian disegel dengan aman di bawah tanah yang membuatnya tidak dapat membahayakan atmosfer.

"Proyek ini telah mencapai semua target yang direncanakan dalam hal produksi minyak, penyimpanan dan penangkapan CO2. Untuk kilang-kilang di daerah seperti Tiongkok timur dan dekat dengan ladang minyak dan gas, permintaannya bisa sangat besar dan prospeknya menjanjikan," jelas Ma Yongsheng, Ketua Dewan Direksi Sinopec Group.

Jalur pipa yang baru saja diluncurkan ini merupakan bagian dari proyek CCUS jutaan ton pertama di Tiongkok.