Xi'an, Radio Bharata Online - Negara-negara Asia Tengah telah mendapatkan banyak manfaat dari bantuan Tiongkok dalam mengembangkan energi terbarukan, kata seorang mantan pejabat Uzbekistan, yang mencatat bahwa lebih banyak kerja sama diharapkan terjadi di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI).
Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television (CGTN) pada hari Selasa (19/9), mantan Menteri Luar Negeri Uzbekistan, Vladimir Norov, memuji peran Tiongkok dalam membantu negara-negara Asia Tengah mengembangkan beragam infrastruktur penting, mulai dari rute transit hingga energi yang berkelanjutan.
"Tiongkok berpartisipasi dalam banyak proyek penting. Salah satunya adalah pembangunan terowongan, terowongan terbesar di Asia Tengah. Tiongkok adalah salah satu mitra penting negara kami, dan energi terbarukan saat ini menjadi lebih penting, dan dengan Tiongkok, kami mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga angin, dan Tiongkok memainkan peran penting dalam keamanan energi kami," kata Norov.
"Jadi, kerja sama kami memiliki banyak aspek, dan kami tertarik untuk lebih memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif kami dengan Tiongkok," tambahnya.
Tahun ini menandai ulang tahun ke-10 BRI, sebuah rencana yang didukung oleh Tiongkok untuk meningkatkan konektivitas di sepanjang Jalur Sutra yang bersejarah. Norov, yang juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO), mengatakan bahwa kerja sama dengan Tiongkok di bawah prakarsa ini telah membantu Uzbekistan mengatasi hambatan dari posisinya yang sebagian besar terkurung daratan.
"Di Tiongkok, ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jika Anda ingin kaya, Anda harus membangun jalan. Dan faktanya, bagi negara-negara Asia Tengah, bagi Uzbekistan, hal ini penting. Kami adalah negara yang terisolasi secara geografis. Tentu saja, 'One Belt, One Road' memungkinkan wilayah kami, (termasuk) Uzbekistan, untuk menghindari isolasi geografis ini dan terhubung ke pasar dunia," ujarnya.
Mantan menteri luar negeri itu menambahkan bahwa Uzbekistan dapat lebih memperdalam keterlibatannya dalam BRI dengan meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok di bidang teknologi informasi.
"Sekarang kami lebih fokus pada (ekonomi) digital, dan itulah mengapa kami mendukung penuh jalur sutra digital. Ada insentif karena Tiongkok meraih sukses besar di bidang ini. Sekarang, 56 persen perdagangan online di seluruh dunia dilakukan oleh Tiongkok. Itulah mengapa kami menantikan kerja sama di bidang ini dengan Tiongkok, dan dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok, kami mengimplementasikan beberapa proyek dengan cara ini," jelas Norov.