FLORIDA, Radio Bharata Online - Elon Musk telah meluncurkan xAi, perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk menyaingi OpenAI, pencipta ChatGPT.

Pada Rabu (12/7), melalui Twitter, aplikasi media sosial yang dimiliki oleh Musk, xAI mengatakan, tujuan dari perusahaan baru ini adalah untuk memahami sifat sebenarnya dari alam semesta, pertanyaan paling mendasar yang belum terjawab.

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX dalam sebuah cuitan di Twitter mengatakan, bahwa perusahaannya akan berusaha memahami kenyataan.

Menurut situs web perusahaan itu, staf xAI berisikan mantan karyawan OpenAI, Google, Microsoft, Tesla, DeepMind, dan Universitas Toronto.

Direktur Center for AI Safety, Dan Hendrycks memberi nasihat kepada perusahaan, bahwa AI dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia, sebuah kekhawatiran yang digaungkan oleh Musk.

Musk membantu mendirikan OpenAI pada 2015, namun meninggalkan startup yang berbasis di San Francisco itu pada 2018, karena konflik kepentingan terkait pekerjaannya pada AI di Tesla.

Musk yang membidik "virus woke" di masyarakat, sejak itu menuduh ChatGPT, sebagai bias dalam mendukung pandangan sayap kiri, dan benar secara politis.

Sejak membeli Twitter pada Oktober 2018, Musk yang menggambarkan dirinya sebagai absolutis kebebasan berbicara, telah melonggarkan aturan moderasi, dan mengaktifkan kembali akun sayap kanan yang sebelumnya dilarang, yang menurut para kritikus telah menyebabkan lonjakan ujaran kebencian dan ekstremisme, di platform tersebut.

Pada April, Musk menyatakan niatnya untuk meluncurkan chatbot saingan bernama TruthGPT.

Musk mengatakan kepada mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson dalam sebuah wawancara, bahwa chatbot baru itu akan menjadi "AI pencari kebenaran maksimum, yang mencoba memahami sifat alam semesta". (Korja)