BEIJING, Radio Bharata Online - Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok, mengungkapkan kemajuan yang mengesankan untuk sektor layanan telekomunikasi 5G di negara tersebut.

Melansir Gizmochina, Senin (24/7/2023) saat ini pengguna smartphone 5G di Tiongkok mencapai 676 juta pengguna, dan hampir 3 juta BTS 5G telah digunakan. Industri ini telah mengalami peningkatan pendapatan sebesar 6,2%, dan peningkatan total volume bisnis sebesar 17,1% dari tahun ke tahun.

Lebih dari 2,12 miliar perangkat Internet of Things (IoT) seluler saat ini sedang digunakan, yang menunjukkan adopsi teknologi seluler yang meluas di berbagai industri.

Dampak teknologi 5G telah dirasakan di berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi, dengan lebih dari 50.000 kasus aplikasi yang menunjukkan potensi transformatifnya.

Kampanye internet industri 'Seratus Kota, Seribu Taman' semakin mendorong transformasi digital Tiongkok, dengan memberikan manfaat bagi banyak perusahaan, dan mendorong inovasi melalui penciptaan platform internet industri yang berpengaruh.

Para pemimpin perusahaan telekomunikasi besar telah menyoroti peran teknologi generasi mendatang, termasuk 5G, komputasi awan, data besar, dan AI. Mereka menekankan meningkatnya permintaan akan transformasi digital yang cerdas, dan peran penting AI dalam memulai gelombang baru revolusi teknologi dan transformasi industri.

Liu Lihong, Chairman China Unicom memperkirakan bahwa dalam dua tahun ke depan, kecerdasan buatan akan berdampak besar pada 50% peran pekerjaan, yang berpotensi menandakan dimulainya revolusi industri lainnya.

Kemajuan signifikan Tiongkok dalam teknologi 5G, bersama dengan integrasinya yang luas di berbagai industri, memperkuat posisinya sebagai pembangkit tenaga listrik telekomunikasi global, dan menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan teknologi.

Menurut Globaltimes, Tiongkok secara aktif berfokus pada kemajuan penelitian, dan pengembangan untuk teknologi 6G sambil memprioritaskan peningkatan kualitas jaringan 5G, memperluas cakupan, dan mengurangi biaya. (Global Times)