SHANGHAI, Radio Bharata Online - Ketika Fiksi Ilmiah bertemu dengan bisnis teknologi tinggi, terciptalah manfaat dan keuntungan bagi banyak industri dan masyarakat, menciptakan aliansi industri, dan memberi negara peran utama global dalam industri masa depan, yang mengandung implikasi ekonomi makro.

Itulah gambaran kemajuan yang cepat dan menakjubkan, yang telah dicapai oleh teknologi antarmuka otak-komputer, atau Brain-Computer Interface (BCI), di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut sebuah laporan oleh konsultan Market Research Future, pasar BCI global siap untuk tumbuh rata-rata 15 persen per tahun, dari $1,91 miliar pada tahun 2022, menjadi $6,04 miliar pada tahun 2030.

Tidak heran, Tiongkok yang didorong oleh pemerintah dan sektor swasta, keluar dari blok dalam perlombaan BCI global.  Negara ini hanya tertinggal dari Amerika Serikat di segmen tertentu, dengan fokus mempertajam ceruk invasif dan noninvasif dari industri yang sedang berkembang, serta formulasi standar internasional.

Zhao Jizong, seorang ahli bedah saraf Tiongkok kepada China Daily mengatakan, bidang BCI telah berkembang sangat cepat di Tiongkok. Di beberapa sektor khusus.

Jika AS membanggakan Neuralink yang dipimpin Elon Musk, dan Meta's Reality Labs dari induk Facebook di bidang BCI, maka Tiongkok memiliki Universitas Nankai dan startup Neurohua yang berbasis di Beijing.

Misalnya, aplikasi teknologi BCI seperti ikat kepala mirip jepit rambut, yang terhubung ke sarung tangan elektronik, dapat membuat apapun yang terlintas di pikiran, akan muncul di monitor komputer.  Ini merupakan bukti kemajuan pesat, yang mendukung fisikawan Inggris Stephen Hawking menjadi legenda di masa hidupnya sendiri, meskipun penyakit neuromuskuler degeneratif yang dideritanya sejak kecil tidak dapat disembuhkan.

Setidaknya, aplikasi BCI dapat membantu seseorang dengan cedera otak, membuat telur orak-arik dan bahkan menangkap bola, hanya dengan memikirkan tindakan tersebut.

Tidak hanya AS dan Tiongkok, bahkan negara ekonomi terkemuka lainnya berlomba-lomba untuk mendapatkan pijakan yang kuat di ruang BCI, karena teknologinya berpotensi mengubah berbagai industri, termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, hiburan, dan komunikasi.

Menurut sebuah laporan oleh China's Brain-Computer Interface Industrial Alliance, Tiongkok dan AS sama-sama menjadi pelopor sekaligus pasar, untuk aplikasi teknologi BCI.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Tiongkok telah memimpin, dalam teknologi akuisisi dan penginderaan non-invasif. (China Daily)