Lagos, Radio Bharata Online - Pelabuhan Lekki, sebuah proyek unggulan dari Prakarsa Sabuk dan Jalan yang diusulkan Tiongkok di Nigeria, membantu negara Afrika Barat tersebut meningkatkan konektivitasnya dengan seluruh dunia dan diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat perdagangan utama untuk benua ini di tahun-tahun mendatang.

Dibangun oleh China Harbour Engineering Company, Pelabuhan Laut Dalam Lekki adalah yang pertama dari jenisnya di Nigeria, dan salah satu yang terbesar di seluruh Afrika Barat.

Dengan nilai investasi lebih dari 1 miliar dolar AS (sekitar 15,7 triliun rupiah), pelabuhan laut dalam itu merupakan proyek komersial hasil kerja sama antara Tiongkok, Prancis dan Nigeria. Pembangunan pelabuhan ini dimulai pada Juni 2020 dan selesai pada Oktober tahun lalu. Pelabuhan tersebut dirancang untuk menangani 1,2 juta kontainer standar setiap tahunnya.

Kapasitas pelabuhan yang memungkinkan kapal-kapal besar untuk berlabuh membantu mengurangi biaya transportasi, sementara lokasi geografis pelabuhan yang unggul tidak hanya menguntungkan Nigeria sendiri, tetapi juga meningkatkan konektivitas negara tersebut dengan pelabuhan-pelabuhan di Afrika Barat dan bahkan di seluruh dunia.

Dilengkapi dengan teknologi canggih seperti pemindai biometrik dan sistem pengenalan wajah, pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi, serta merampingkan proses pemeriksaan kargo.

"Proses kliring, aksesibilitas, layanan pelanggan, sangat menarik dan sangat, sangat bagus. Ini sangat menggembirakan. Dalam waktu dekat, tempat ini akan menjadi hub. Siapa pun yang melewatkan tempat ini akan kehilangan bisnis," ujar Otusayo, Kepala perusahaan bea cukai perdagangan luar negeri.

Sejauh ini, Pelabuhan Lekki telah membuka rute kapal Asia dari kota-kota pesisir Tiongkok timur, Qingdao dan Shanghai yang mencapai Nigeria melalui Sri Lanka, serta rute Eropa dari Spanyol. Pelabuhan tersebut juga telah memperoleh kualifikasi bisnis transit kargo internasional pertama di Nigeria dan akan terus menyediakan layanan logistik modern yang mencakup pergudangan dan distribusi.

Menurut perkiraan resmi Nigeria, dalam 45 tahun ke depan, pelabuhan ini akan menciptakan total 170.000 lapangan kerja, dan mendorong inovasi dan peningkatan pelabuhan Nigeria untuk memenuhi standar internasional baru industri pelayaran, membuka babak baru bagi perkembangan ekonomi negara.

Aliyu Abubakar, perwakilan Otoritas Pelabuhan Nigeria di pelabuhan tersebut, mengatakan bahwa ini semua akan membantu meningkatkan perdagangan tidak hanya antara Nigeria dan Tiongkok, tetapi juga dengan dunia yang lebih luas.

"Prakarsa Sabuk dan Jalan adalah inisiatif yang luar biasa. Ini adalah pandangan ke depan yang luar biasa dan, pastinya, ini akan membawa Tiongkok dan Afrika lebih dekat. Dengan pelabuhan Lekki, yang diharapkan akan menjadi pelabuhan penghubung Afrika Barat dan Tengah, hubungan perdagangan antara Nigeria dan Tiongkok dan dengan demikian, semua negara lain yang akan menggunakan pelabuhan Lekki akan ditingkatkan," katanya.