JAKARTA, Radio Bharata Online - Google mengatakan sedang dalam tahap awal mengembangkan alat kecerdasan buatan untuk membantu jurnalis menulis berita dan berita utama, dan telah mendiskusikan idenya dengan para pemimpin di industri berita.

Teknologi yang berkembang pesat telah menimbulkan kekhawatiran, tentang apakah AI dapat dipercaya untuk memberikan laporan yang akurat, dan apakah pada akhirnya akan menyebabkan jurnalis kehilangan pekerjaan dimasa depan.

Menurut laporan Times, kamis 20 Juli, para pemimpin di New York Times, Washington Post, dan News Corp., pemilik Wall Street Journal, telah diberi pengarahan tentang apa yang sedang dikerjakan Google.

Google, dalam pernyataan yang disiapkan, mengatakan bahwa alat yang ditingkatkan kecerdasan buatan, dapat membantu memberi jurnalis pilihan untuk tajuk utama, atau gaya penulisan yang berbeda saat mereka mengerjakan sebuah cerita, sekaligus mencirikannya sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas.

Namun Google menjelaskan, alat-alat yang dikembangkannya dengan teknologi AI, tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran penting jurnalis dalam melaporkan, membuat, dan memeriksa fakta artikel mereka, dan tidak akan pernah bisa.

Untuk membangun sistem AI yang dapat menghasilkan karya tulis mirip manusia, perusahaan teknologi harus menelan banyak sekali karya tulis, seperti artikel berita dan buku digital.  Dan tidak semua perusahaan mengungkapkan sumber data tersebut, karena beberapa di antaranya diambil dari internet.

Associated Press, yang tidak mau berkomentar tentang teknologi Google, diam-diam telah menggunakan bentuk kecerdasan buatan yang lebih sederhana dalam beberapa pekerjaannya selama sekitar satu dekade.  Misalnya menggunakan otomatisasi untuk membantu, membuat cerita tentang hasil olahraga rutin dan pendapatan perusahaan. (Inquirer)