Jenewa, Radio Bharata Online - Usulan Tiongkok untuk mendirikan Hari Dialog Antar Peradaban Internasional merupakan perkembangan yang signifikan dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menurut Rolando Gomez, Kepala Bagian Pers dan Hubungan Eksternal dari Layanan Informasi PBB di Jenewa.
Sesi ke-78 Majelis Umum PBB (UNGA) dengan suara bulat mengadopsi sebuah resolusi pada tanggal 7 Juni 2024, yang diajukan oleh Tiongkok, untuk menetapkan Hari Dialog Antar Peradaban Internasional.
Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN), Rolando memuji Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban, dan mencatat keselarasannya dengan tujuan PBB.
"Hari ini merupakan perkembangan yang sangat signifikan dalam sistem PBB. Hari itu sendiri benar-benar dimaksudkan untuk mempromosikan saling pengertian dan menjembatani kesenjangan budaya, dan lain-lain, persis seperti yang kami lakukan di PBB. Selain itu, hari ini benar-benar tentang mempromosikan pemahaman, toleransi, kerja sama, dan, semakin banyak, dalam lingkungan yang beragam secara budaya tempat kami bekerja. Dan hal ini sesuai dengan semangat yang kami lakukan di PBB, khususnya di Jenewa, tempat kami menyelenggarakan ribuan pertemuan setiap tahunnya. Jadi, kita memang membutuhkan dialog semacam itu di antara berbagai kelompok dan peradaban," jelas Rolando.
Rolando menyatakan optimismenya bahwa meskipun terdapat perbedaan, komunitas internasional dapat bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai masalah.
"Keputusan-keputusan yang diambil oleh negara-negara ini, tentu saja, pada akhirnya, memiliki lebih banyak negara yang dapat menandatangani dan mendukung Tiongkok dalam kasus ini adalah hal yang sangat baik. Kami selalu mendorong hasil konsensus di badan PBB mana pun yang sedang berdiskusi, apakah itu Majelis Umum, Dewan Hak Asasi Manusia, yang bertemu di sini di Jenewa, Dewan Keamanan, tentu saja, kami selalu mendorong konsensus. Tentu saja, terserah kepada negara-negara untuk memutuskannya. Tetapi satu hal yang ingin saya tambahkan adalah bahwa terlepas dari perbedaan yang mungkin ada, Anda memiliki latar belakang yang unik di belakang saya di sini, di mana pandangan-pandangan yang sering tidak terdengar di tempat lain dapat didengar. Dan mari kita hadapi itu, ada isu-isu yang tentu saja tidak dapat didiskusikan secara bilateral, bahkan di dalam kawasan yang benar-benar membutuhkan upaya bersama dari komunitas internasional," papar Rolando.