JAKARTA, Radio Bharata Online - Pasien manusia pertama telah menerima implan dari startup chip otak Neuralink pada Minggu(28/01) dan kini dalam pemulihan dengan baik, hal tersebut dikatakan oleh pendiri perusahaan Neuralink, Elon Musk.
"Hasil awal menunjukkan deteksi lonjakan neuron yang menjanjikan," ujar Musk dalam sebuah posting di platform media sosial X pada hari Senin(29/02).

Tangkapan layar melalui X
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah memberikan izin kepada perusahaan tersebut padatahun lalu untuk melakukan uji coba pertamanya untuk menguji implannya pada manusia, ini menjadi sebuah tonggak penting dalam ambisi perusahaan rintisan tersebut untuk membantu pasien mengatasi kelumpuhan dan sejumlah kondisi neurologis.
Pada bulan September, Neuralink mengatakan telah menerima persetujuan untuk perekrutan untuk uji coba pada manusia. Studi ini menggunakan sebuah robot bedah untuk menempatkan implan antarmuka otak-komputer (BCI) di wilayah otak manusia yang nantinya bisa mengontrol niat untuk bergerak, kata Neuralink sebelumnya, menambahkan bahwa tujuan awalnya adalah memungkinkan orang untuk mengontrol kursor komputer atau keyboard hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran mereka sendiri.
Neuralink mengatakan sebuah benang "ultra-halus" implan dapat membantu mengirimkan sinyal ke otak partisipan. Sementara itu Elon Musk dalam postingan terpisah di X menyebut produk pertama dari Neuralink ini akan diberi nama Telepati.
Neuralink mengatakan ini adalah uji coba antarmuka otak-komputer nirkabelnya untuk mengevaluasi keamanan implan dan robot bedah. Namun perusahaan ini telah menghadapi seruan untuk pemeriksaan terkait protokol keamanannya. Pada akhir November tahun lalu, empat anggota parlemen meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk menyelidiki apakah Musk telah menyesatkan investor tentang keamanan teknologinya, setelah adanya catatan dokter hewan menunjukkan masalah dengan implan pada monyet termasuk kelumpuhan., kejang dan pembengkakan otak.
Namun Musk menulis dalam sebuah posting media sosial pada 10 September bahwa "tidak ada monyet yang mati akibat implan Neuralink."Dia menambahkan bahwa perusahaan memilih monyet" terminal " untuk meminimalkan risiko pada monyet yang sehat. [Reuters]