WASHINGTON DC, Radio Bharata Online - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa (25/4/2023) mengumumkan pencalonan dirinya untuk maju lagi ke pemilihan presiden atau pilpres AS 2024. Di pemilihan tersebut, Biden akan mencatatkan rekor sebagai capres tertua di AS karena sekarang saja sudah berusia 80 tahun.

Di Twitter pribadinya Biden mengatakan, "Setiap generasi memiliki momen harus membela demokrasi. Untuk membela kebebasan fundamental mereka,"

Biden diketahui tidak memiliki penantang kuat dari dalam Partai Demokrat, dan kemungkinan akan berhadapan lagi melawan Donald Trump dari Partai Republik seperti di pilpres AS 2020. Namun, Biden kini lebih disorot karena faktor usianya.

Veteran Demokrat ini akan berusia 86 tahun pada akhir masa jabatan kedua. Bahkan kalaupun pemeriksaan medis mendapati dia layak menjalankan tugas kepresidenan, banyak orang termasuk basis pemilihnya merasa eks Wapres Barack Obama ini terlalu tua.

Jajak pendapat NBC News yang dirilis pada akhir pekan lalu mencatat bahwa 70 persen orang Amerika, termasuk 51 persen dari Demokrat, yakin Biden tidak seharusnya mencalonkan diri lagi.

Menurut kantor berita AFP, jawaban itu berarti para pemilih harus fokus pada kemenangan kebijakannya di dalam negeri dan pengaturan aliansi Barat yang untuk kali pertama membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia. Selama 1,5 tahun ke depan, Biden akan mendapatkan keuntungan dari petahana termasuk didukung oleh partai yang bersatu, dibandingkan Partai Republik yang masih bimbang menentukan calon presiden.

sumber: Kompascom