BEIJING, Radio Bharata Online - Air China telah memverifikasi penggunaan bahan bakar ramah lingkungan buatan Tiongkok dalam penerbangan komersial pada hari Jumat, selangkah lebih maju menuju tujuan maskapai penerbangan rendah karbon.
Uji terbang dari Hangzhou ke Beijing dilakukan dengan pesawat berbadan lebar Airbus A350. Sekitar 10 persen bahan bakar pesawat adalah bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable Aviation Fuel/SAF) dari pemasok domestik. Penerbangan ini merupakan penerbangan komersial pertama Tiongkok dengan SAF domestik yang dilakukan oleh pesawat berbadan lebar.
Setiap penumpang dalam penerbangan menerima buku catatan ramah lingkungan yang terbuat dari batu dan pena tanda tangan yang terbuat dari botol daur ulang.
Peralatan makan yang digunakan di pesawat juga dapat didaur ulang.
Maskapai penerbangan terkemuka di Tiongkok melakukan upaya besar untuk bertindak ramah lingkungan, karena negara tersebut bertujuan untuk meningkatkan emisi karbon dari penerbangan sipil pada tahun 2035.
Penggunaan SAF secara luas dipandang sebagai cara penting untuk mengurangi emisi karbon dalam penerbangan, yang diharapkan berkontribusi 65 persen untuk mencapai Net Zero Carbon pada tahun 2050, menurut laporan dari International Air Transport Association (IATA).
IATA mengatakan jumlah penerbangan yang menggunakan SAF meningkat dari 500 pada 2016 menjadi 450.000. Jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai 2 juta pada tahun 2025.(CGTN)