Beijing, Bharata Online - Presiden Namibia, Netumbo Nandi-Ndaitwah, melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 5 hingga 11 Juli 2026, seiring kedua negara berupaya membangun kerja sama yang telah terjalin selama beberapa dekade di berbagai sektor.

Kunjungan ini dilakukan seiring kedua pihak berupaya mengimplementasikan komitmen yang dibuat pada KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika atau Forum on China-Africa Cooperation (FOCAC) yang diadakan pada tahun 2024.

Hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Namibia dimulai sejak Maret 1990, beberapa hari setelah Namibia merdeka. Tiga puluh enam tahun kemudian, hubungan tersebut telah berkembang menjadi kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan tujuan pembangunan bersama.

Saat ini, Tiongkok merupakan salah satu mitra ekonomi Namibia yang paling signifikan. Menurut data dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok, perdagangan bilateral mencapai 1,36 miliar dolar AS (sekitar 24,5 triliun rupiah) pada tahun 2024 dan melonjak ke rekor tertinggi 1,85 miliar dolar AS (sekitar 33,3 triliun rupiah) pada tahun 2025, dengan ekspor Namibia ke Tiongkok menyumbang hampir 1,267 miliar dolar AS (sekitar 22,8 triliun rupiah) dari total tersebut.

Ekspor Namibia ke Tiongkok sebagian besar didorong oleh sektor pertambangan, sementara pengiriman Tiongkok ke Namibia mencakup mesin, barang manufaktur, dan teknologi.

Di luar perdagangan, investasi Tiongkok telah meluas ke infrastruktur, manufaktur, energi terbarukan, dan pengolahan mineral.

Proyek-proyek yang didukung Tiongkok, termasuk investasi di tambang uranium Husab dan Rossing, terus memberikan kontribusi signifikan terhadap lapangan kerja, pendapatan pajak, dan perekonomian Namibia secara keseluruhan.

Kunjungan Presiden Nandi-Ndaitwah diharapkan membuka jalan baru untuk kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pertanian dan manufaktur hingga inovasi digital, energi terbarukan, dan sains serta teknologi. Jadwalnya mencakup pertemuan dengan para pemimpin bisnis dan kunjungan ke pusat-pusat manufaktur dan inovasi utama, dengan ia diharapkan untuk menjajaki peluang investasi yang selaras dengan agenda industrialisasi Namibia.

Pertemuan-pertemuan terbaru ini diharapkan akan semakin memperkuat perdagangan, investasi, dan pertukaran antar masyarakat seiring Tiongkok dan Namibia merintis jalan baru untuk pertumbuhan bersama.