Beijing, Radio Bharata Online - Large High Altitude Air Shower Observatory (LHAASO) milik Tiongkok, sebuah observatorium sinar kosmik di ketinggian, telah merilis spektrum energi yang tepat untuk radiasi sinar gamma berenergi tertinggi dari ledakan sinar gamma (GRB) yang paling terang yang pernah diamati hingga saat ini, yang digambarkan oleh para ilmuwan sebagai peristiwa sekali dalam 10.000 tahun.
Penelitian yang dilakukan oleh tim kolaborasi LHAASO ini dipimpin oleh Institute of High Energy Physics (HIEP) dari Chinese Academy of Sciences (CAS), dan temuan ini dipublikasikan di jurnal Science Advances pada hari Rabu (15/11) lalu.
Terletak di sebuah gunung sekitar 4.400 meter di atas permukaan laut di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok dan mencakup area seluas 1,36 kilometer persegi, LHAASO digunakan untuk melakukan pengamatan dan penelitian sinar kosmik.
LHAASO merupakan alat pendeteksi sinar gamma energi ultra tinggi yang paling sensitif di dunia, dengan bidang pandang yang luas dan kemampuan pemantauan segala cuaca, yang mencakup dua pertiga langit setiap hari.
"Foton gamma berenergi tinggi akan diserap oleh foton latar belakang kosmik berenergi lebih rendah ketika bergerak melintasi alam semesta. Namun, kami mengukur dan menemukan bahwa penyerapannya lebih lemah dari yang kami perkirakan berdasarkan prediksi teoritis kami. Fenomena ini melampaui pemahaman kita saat ini tentang teori-teori dasar, yang mengindikasikan kemungkinan munculnya fisika baru," kata Chen Songzhan, peneliti dari lembaga tersebut.
Selain itu, temuan baru ini memberikan informasi penting untuk meneliti teori relativitas khusus Einstein dan fisika baru, seperti mengeksplorasi aksion sebagai partikel kandidat untuk materi gelap.
GRB adalah ledakan yang sangat energetik yang telah diamati di galaksi-galaksi jauh. GRB merupakan peristiwa elektromagnetik yang paling energetik dan bercahaya sejak Dentuman Besar.
GRB pertama kali ditemukan pada tahun 1967. Sejak tahun 2019, tiga GRB dengan emisi energi tinggi telah terdeteksi dan foton hingga satu TeV (satu triliun elektron volt) telah terekam.
Pada bulan Oktober tahun lalu, LHAASO merekam foton dari GRB 221009A dengan energi lebih dari 10 TeV, yang dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah enam dekade penelitian GRB.
GRB 221009A merupakan GRB paling terang yang pernah diamati dan diketahui dipicu oleh runtuhnya bintang masif yang lebih dari 20 kali lipat lebih berat dari Matahari ketika bahan bakar nuklirnya habis.