Changchun, Bharata Online – Standar nasional yang baru dirancang untuk sektor otomotif Tiongkok akan menuntut spesifikasi keselamatan yang lebih ketat, termasuk persyaratan bahwa gagang pintu mobil tetap dapat dioperasikan setelah tabrakan atau insiden panas berlebih pada baterai.
Usulan yang diajukan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) ini masih terbuka untuk komentar hingga hari Selasa. Standar ini ditetapkan untuk memperkuat tolok ukur keselamatan di seluruh industri, meletakkan dasar yang kokoh untuk pengembangan berkualitas tinggi.
Sementara itu, Pusat Penelitian dan Teknologi Otomotif Tiongkok (CATARC) telah meluncurkan serangkaian uji verifikasi teknis bersama dengan pemain industri terkemuka. Fokus utama dari upaya ini adalah pengujian di bidang kendaraan cerdas yang terhubung dan kendaraan energi baru (NEV).
Serangkaian uji teknis juga sedang berlangsung untuk menentukan persyaratan keselamatan yang efektif untuk sistem bantuan mengemudi gabungan, yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2027.
Uji coba tersebut melibatkan NEV yang melaju dengan kecepatan 90 kilometer per jam dan melakukan perubahan jalur saat menghadapi pekerjaan jalan mendadak di depan, serta melambat secara bertahap saat menghadapi kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
Para ahli yang terlibat dalam proses pengujian ini menekankan bahwa standar yang teruji dengan baik sangat penting untuk inovasi yang aman dan efektif.
"Standar adalah landasan pengembangan teknologi. Selama lima tahun terakhir, kami telah menyusun dan merevisi hampir 1.200 standar untuk perusahaan dan memimpin perumusan dan penyempurnaan 17 standar industri," kata Liang Weipeng, wakil kepala Institut Penelitian dan Pengembangan di bawah produsen mobil terkemuka Tiongkok, FAW.
"Verifikasi teknis adalah penghubung penting antara desain produk dan pengalaman pengguna. Melalui upaya ini, kami bertujuan tidak hanya untuk memvalidasi kinerja produk tetapi juga untuk menunjukkan kemampuan penelitian dan pengembangan industri yang mendalam dan komitmen terhadap kualitas," kata Wang Junlei, kepala ahli di CATARC.