Damaskus, Radio Bharata Online - Menurut Habib Salman, Direktur Jenderal Otoritas Umum Radio dan Televisi Suriah, negaranya berharap untuk lebih memperkuat hubungan bilateral dan memperdalam kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang.
Dalam sebuah wawancara dengan China Central Television (CCTV) pada hari Rabu (20/9), Salman mengatakan bahwa Suriah menganggap Tiongkok sebagai mitra yang dapat diandalkan dan negara yang dapat menjalin hubungan strategis, mengakui potensi pertukaran bilateral dan kerja sama yang lebih dalam.
"Setiap negara yang bercita-cita untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta mereka yang ingin terlibat dalam kebijakan yang diusulkan oleh Tiongkok, perlu menjalin hubungan yang baik dengan Tiongkok. Tiongkok telah mengumumkan banyak inisiatif dan mengimplementasikan banyak proyek rekayasa, yang semuanya bermanfaat bagi dunia. Suriah menganggap Tiongkok sebagai mitra yang dapat dipercaya dan negara yang dapat menjalin hubungan strategis," katanya.
Salman juga mengatakan bahwa televisi pemerintah Suriah akan segera menayangkan film dokumenter tentang Tiongkok yang diproduksi oleh China Media Group (CMG), yang akan membantu mempromosikan persahabatan antara rakyat Tiongkok dan Suriah.
"Kami berdua adalah negara Asia dan kami terhubung melalui jalur darat. Kita berbagi peradaban dan bersama-sama membangun peradaban dunia. Kita mungkin terpisah jauh, tetapi hubungan yang baik antara kedua negara dan penggunaan teknologi modern membuat kedua belah pihak terhubung lebih dekat dan meningkatkan pemahaman di antara masyarakat kita," katanya.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, tiba di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, pada hari Kamis (21/9) untuk menghadiri upacara pembukaan Asian Games ke-19 dan kegiatan terkait.
Ini adalah kunjungan pertama Assad ke Tiongkok dalam hampir 20 tahun terakhir. Selama kunjungannya, pemimpin Suriah ini diperkirakan akan bertemu dengan para pejabat senior Tiongkok untuk membahas kerjasama bilateral antara kedua negara.