Semarang, Bharata Online - Perkembangan minat masyarakat Indonesia terhadap berita-berita terkait Tiongkok secara umum terbilang tinggi dan semakin pragmatis hingga saat ini. Temanya pun beragam, mulai dari politik, gaya hidup, pendidikan, hingga teknologi. Datanya bisa dilihat dari beberapa survei dan tren terbaru, terutama yang dirilis oleh Celios, lembaga riset independen berbasis di Jakarta, Indonesia, yang berfokus pada isu kebijakan fiskal, ekonomi makro, ketimpangan sistemik, dan krisis iklim.

Laporan terbaru Celios yang bertajuk "The 2025 China-Indonesia Survey" menunjukkan bahwa 66 persen responden mengatakan hubungan kedua negara positif hingga sangat positif, dengan 71 persen menyatakan kerja sama ekonomi merupakan kemitraan paling signifikan dalam hubungan bilateral tersebut.

Sinyal positif itu juga senantiasa tergambar dalam program BATIK (Bincang Indonesia-Tiongkok) dan ORBIT (Obrolan Santai Serba-serbi Tiongkok) produksi Bharata Online. Kedua program ini rutin menyajikan informasi kemajuan Tiongkok, terutama di bidang teknologi dan ekonomi yang sangat menarik bagi pendengar.

Faktor itulah yang mendorong Up Radio 98,5 FM Semarang resmi kembali melanjutkan atau memperpanjang kerja sama dengan Bharata Online dan CGTN Indonesia dalam menyiarkan program seputar Tiongkok, yang per tanggal 1 Agustus 2026 telah genap berlangsung selama 4 tahun. BATIK dan ORBIT dinilai mampu menjadikan konten siaran Up Radio lebih bernilai dan informatif.

Menurut Shanty Rosalia, Station Manager Up Radio 98,5 FM Semarang, salah satu alasan Utama pihaknya menyiarkan program BATIK dan ORBIT adalah karena ingin memberikan informasi yang lebih beragam kepada para pendengarnya.

"Karena radio selain sebagai media informasi secara localized, kami juga ingin memberikan sebuah informasi kepada pendengar secara global," katanya kepada Bharata Online.

Selain itu, Shanty juga menilai bahwa banyak berita-berita dari Tiongkok yang bisa menjadi input dan inspirasi yang positif bagi Indonesia. Mulai dari pertumbuhan ekonominya, perkembangan teknologinya, hingga kualitas pendidikannya. Terlebih secara budaya, Indonesia dan Tiongkok tidak terlalu jauh berbeda.

"Jadi, apa yang kami harapkan adalah pendengar itu mendapatkan sesuatu yang lebih, tidak hanya saja di informasi lokal, tapi secara global juga. Dan memberikan banyak insight, wawasan dengan angle yang lebih luas dan juga lebih open mind, gitu ya, sehingga membuat langkah-langkah dan juga kemajuan secara positif bagi para pendengar up radio," ujarnya.

Up Radio 98,5 FM Semarang adalah stasiun radio siaran swasta lokal di Semarang yang mengusung slogan The Meaning Station, berdiri sejak 11 November 2015, dan berlokasi di Jalan Sidodadi Timur No. 24, Dr. Cipto, Semarang. Radio ini menyajikan kombinasi musik hits, berita terkini, gaya hidup, kesehatan, serta pendidikan bagi pendengar.

Tahun lalu, Up Radio 98,5 FM Semarang berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dalam dua kategori bergengsi, yakni Penyiar Radio Pria Terbaik dan Penyiar Radio Pria Terfavorit yang diraih oleh Arie Bule.

Program BATIK bisa didengar setiap hari pukul 19.00 WIB di Up Radio 98,5 FM Semarang atau melalui streaming di upradio.id serta pukul 08.15, 12.15, 16.15, dan 20.15 WIB di bharataronline.com. Program ORBIT juga disiarkan setiap hari pukul 19.30 WIB di Up Radio 98,5 FM Semarang, dan pukul 06.15, 10.15, 14.15, 18.15, dan 18.15 WIB di Bharata Online.

Selain itu, program BATIK dan ORBIT juga disiarkan di Click Radio 94,9 FM Bali dan jaringan radio Elshinta di seluruh Indonesia.