Beijing, Radio Bharata Online - Pusat Penelitian Internasional Big Data untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Center of Big Data for Sustainable Development Goals/CBAS) telah merilis atlas pertama di dunia tentang data penginderaan jarak jauh cahaya malam hari di perkotaan pada hari Rabu (67/9), yang memberikan dukungan bagi penelitian tentang pembangunan berkelanjutan di perkotaan.

Atlas ini dirilis pada Forum Internasional ke-3 tentang Big Data untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang dibuka di Beijing pada hari Rabu (6/9) dan akan berlangsung hingga hari Jum'at (8/9).

Atlas ini berisi data cahaya malam hari beresolusi 10 meter pada 147 kota di 105 negara di seluruh dunia.

Data tersebut diambil oleh satelit SDGSAT-1, yang diluncurkan ke luar angkasa pada 5 November 2021 dan merupakan satelit sains luar angkasa pertama di dunia yang didedikasikan untuk melayani Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.

Menurut pengembangnya, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, satelit ini dirancang untuk menyediakan data pengamatan ruang angkasa untuk pemantauan, evaluasi, dan studi interaksi antara manusia, alam, dan pembangunan berkelanjutan.

Guo Huadong, Kepala CBAS, mengatakan bahwa atlas itu merupakan pencapaian penting dalam bidang deteksi elemen lingkungan permukaan bumi dalam kondisi cahaya rendah.

Ia menambahkan bahwa data tersebut dapat sepenuhnya mencerminkan pola pemukiman manusia perkotaan dan pembangunan ekonomi, dan memberikan dukungan data untuk penelitian terkait dan pengambilan keputusan tentang pembangunan berkelanjutan perkotaan.

"Satelit ini merupakan satelit yang dapat secara akurat menggambarkan jejak aktivitas manusia. Dengan resolusi spasial 10 m (pada panjang gelombang pankromatik) dan 40 m (pada band RGB), satelit ini memiliki resolusi tertinggi di dunia dalam lebar petak (300 kilometer). Semakin tinggi resolusinya, semakin jelas gambarnya. Ada beberapa indikator dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 11 dari PBB, dan para peneliti ilmiah dapat menganalisis masing-masing indikator tersebut melalui data satelit tentang pencahayaan perkotaan, dan memberikan dukungan pada desain tata letak perkotaan di masa depan dalam hal energi dan transportasi untuk meningkatkan efisiensi energi perkotaan," papar Guo.