Guangzhou, Radio Bharata Online - Operator telekomunikasi terbesar di Tiongkok, China Mobile, meluncurkan model AI generatif baru pada hari Kamis (12/10) yang bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan profesional di berbagai industri.

Dengan menggunakan pembelajaran mesin untuk menciptakan apa yang disebut model fondasi, yakni model yang dapat digunakan sebagai dasar untuk berbagai tugas, China Mobile menciptakan produk yang bertujuan untuk membantu perusahaan menciptakan aplikasi cerdas mereka sendiri.

Berbeda dengan model fondasi lainnya, seperti seri GPT yang terkenal, produk China Mobile ini mengintegrasikan pengetahuan profesional dari delapan industri utama, termasuk komunikasi, baja, konstruksi, dan transportasi.

Model ini diluncurkan pada Konferensi Mitra Global China Mobile 2023, yang berlangsung dari hari Rabu (11/10) hingga Jum'at (13/10) di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.

Model pondasi telah memasuki periode perkembangan yang pesat di Tiongkok tahun 2023. Menurut statistik, ada 64 model yang telah dirilis dari Januari hingga Juli, sehingga total sudah ada 130 model pondasi yang diluncurkan di negara tersebut sejau ini.

Dengan peluncuran terbaru China Mobile, tiga operator telekomunikasi domestik utama kini telah merilis produk model dasar mereka sendiri. China Unicom meluncurkan model gambar dan teks berukuran besar pada bulan Juni, yang dapat merealisasikan berbagai fungsi seperti menghasilkan gambar dari teks, mengedit video, dan menghasilkan gambar dari gambar lain. China Telecom juga merilis model bahasa besar pada bulan Juli.

Seorang pejabat negara menekankan bahwa Tiongkok secara aktif bekerja untuk mengintegrasikan upaya berbagai perusahaan di negara tersebut untuk membangun model AI yang lebih efektif.

"Upaya akan dilakukan untuk membangun platform kecerdasan buatan yang besar, yang akan menyediakan layanan cerdas tingkat sosial, memperdalam aliran efisien berbagai elemen, membangun basis inovasi kolaboratif industri, dan menyatukan sumber daya yang menguntungkan seperti industri, teknologi, keuangan, dan bakat ke dalam bidang-bidang utama," kata Zhuang Shuxin, Sekretaris Jenderal Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara Dewan Negara.