Beijing, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyerukan model baru untuk kerja sama Tiongkok-Jerman yang didasarkan pada kesetaraan, saling menguntungkan, dan stabilitas strategis, saat bertemu dengan Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Beijing.
Atas undangan Xi, Steinmeier melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari hari Selasa (27/10) hingga Sabtu (31/10). Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Tiongkok sejak tahun 2018.
Dalam pembicaraan mereka di Balai Agung Rakyat, Xi menyampaikan sambutan hangat kepada Steinmeier, yang ia sebut sebagai sahabat lama yang dekat dengan rakyat Tiongkok.
"Delapan tahun telah berlalu sejak kunjungan terakhir Anda ke Tiongkok, suatu periode di mana lanskap internasional telah mengalami perubahan yang mendalam dan kompleks. Tiongkok dan Jerman tetap menjadi sahabat sejati yang saling percaya serta mitra luar biasa yang saling membantu untuk meraih kesuksesan," ujar Xi kepada Presiden Jerman tersebut.
"Sebagai ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, Tiongkok dan Jerman memikul tanggung jawab besar terhadap pengembangan hubungan Tiongkok-Eropa serta pertumbuhan ekonomi global yang stabil. Oleh karena itu, kita harus menunjukkan keberanian untuk memikul tanggung jawab dan memimpin langkah ke depan. Dengan memperkuat komunikasi dan kolaborasi, kedua negara dapat membentuk model kerja sama baru, yang ditandai dengan kesetaraan, saling menguntungkan, dan stabilitas strategis, sehingga mengirimkan sinyal positif yang jelas kepada dunia bahwa kita lebih memilih keterbukaan daripada isolasi, dan kerja sama daripada konfrontasi," kata Xi.
Steinmeier mengungkapkan kesan mendalam yang ia peroleh dari pesatnya pembangunan Tiongkok sejak kunjungan pertamanya seperempat abad yang lalu, seraya memuji pengaruh Tiongkok yang kian berkembang dalam urusan global.
"Saya pertama kali mengunjungi Tiongkok hampir 25 tahun yang lalu, dan saya telah menyaksikan perkembangannya yang dinamis dan berlangsung dengan cepat. Ini adalah kunjungan kedelapan saya, dan setiap kali berkunjung, saya melihat Tiongkok yang terasa benar-benar baru. Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh Tiongkok menjadi semakin signifikan, dengan pertumbuhan substansial dalam aspek ekonomi, teknologi, dan politik, perkembangan yang sangat saya hormati," ungkapnya.