Zhuhai, Radio Bharata Online - Pihak penyelenggara AERO Asia Show mendatang di Kota Zhuhai, Tiongkok selatan, pada hari Selasa (24/10) mengatakan bahwa acara tersebut diharapkan dapat menarik lebih dari 200 perusahaan di industri penerbangan umum dan drone untuk memamerkan pesawat mereka.

Dalam sebuah konferensi pers di Zhuhai, Provinsi Guangdong, penyelenggara mengatakan AERO Asia Show pertama dijadwalkan akan berlangsung di Zhuhai International Air Show Center dari tanggal 23 hingga 26 November 2023, dengan peserta pameran dari hampir 20 negara dan wilayah termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Menurut rencana, akan ada pertunjukan penerbangan selama 70 menit dan penerbangan demonstrasi drone, helikopter, dan pesawat lainnya setiap hari selama rentang waktu empat hari.

"Saat ini kami mengharapkan lebih dari 200 perusahaan dari industri penerbangan umum (general aviation/GA) dan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) untuk berpartisipasi dalam pameran ini. Kami juga akan memiliki lebih dari 80 pesawat GA dan drone dari berbagai jenis yang dipamerkan di ruang pameran kami," kata Gu Zhen, Wakil Direktur Departemen Pemasaran Zhuhai Airshow Group Company.

Sebanyak empat tim aerobatik dari dalam dan luar negeri akan melakukan aksi di AERO Asia Show. Diantaranya, tim aerobatik "Cross Knights" dari Eropa akan menampilkan berbagai manuver seperti stall run dan jungkir balik berbentuk kupu-kupu dalam berbagai formasi. Tim aerobatik rakyat Tiongkok, Shanhe, akan menerbangkan pesawat buatan dalam negeri untuk melakukan dive, zoom climb, dan gerakan-gerakan memukau lainnya.

"Kami memulai persiapan satu setengah bulan sebelumnya. Kami sangat berpengalaman dalam pertunjukan empat pesawat. Untuk menyajikan sesuatu yang berbeda, kami mengaransemen ulang dan memasukkan beberapa gerakan dan sorotan baru, dengan harapan para penonton di lokasi akan menikmati penampilan kami," kata Yuan Ye, anggota Tim Aerobatik Shanhe.

Selain itu, pertunjukan udara ini juga akan menampilkan pilot aerobatik wanita pertama di Tiongkok, Sharon Zhaohuachen Wang, yang akan melakukan manuver pesawat tunggal.