JAKARTA, Radio Bharata Online - Sebuah tim ilmuwan Tiongkok telah merancang sistem pakaian bertenaga surya yang fleksibel dan mandiri yang memungkinkan tubuh manusia tetap berada dalam kisaran suhu yang nyaman meskipun suhu lingkungan berfluktuasi.
Sistem pakaian tersebut, yang ditenagai oleh sel surya fleksibel, tidak memerlukan sumber energi eksternal kecuali sinar matahari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada hari Jumat(15/12).

Tangkapan layar penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science.
Tidak seperti pakaian pengatur suhu sebelumnya, platform yang dapat dikenakan, yang dikembangkan oleh para peneliti dari Universitas Nankai, mampu melakukan pemanasan dan pendinginan, berkat perangkat listrik yang dapat melakukan penyesuaian suhu dua arah sepanjang hari.
Perangkat yang sangat efisien ini memungkinkan pengaturan suhu yang dapat dikontrol selama 24 jam hanya dengan masukan energi sinar matahari selama 12 jam, menurut penelitian.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ia bekerja untuk menjaga suhu kulit manusia dalam zona kenyamanan termal antara 32 dan 36 derajat Celcius, meskipun suhu lingkungan bervariasi antara 12,5 dan 37,6 derajat Celcius.
Perangkat baru ini dapat membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan tubuh manusia di tengah fluktuasi suhu lingkungan dan bahkan meningkatkan kemampuan bertahan hidup di lingkungan ekstrem, seperti di luar angkasa atau di planet lain, kata para peneliti.
[CGTN]