JAKARTA, Radio Bharata Online - Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang dilakukan Tiongkok untuk menjalankan platform luar angkasa dan satelit akan menjadi "pengubah permainan nyata" dalam hal pengoperasian kemampuan militer di luar angkasa.
Pengakuan terhadap kehebatan teknologi Tiongkok itu diungkapkan Kepala Teknologi dan Inovasi Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) Lisa Costas.
Lisa Costas mengungkapkan,Tiongkok telah menghabiskan USD14,7 miliar untuk AI tahun ini dan angka tersebut diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi USD26 miliar pada tahun 2026,
Menurut Costas. “Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) berpendapat perlunya AI untuk mendukung dan melindungi aset luar angkasa Tiongkok.
Dijelaskan oleh Costas, Pada bulan April lalu Tentara Pembebasan Rakyat mengizinkan AI untuk mengambil alih salah satu kamera di satelit. Mereka mengamati wilayah antara Jepang dan Tiongkok di mana terdapat kapal induk (AS). Costas menyebut, dalam beberapa tahun terakhir telah menempatkan lebih dari 700 satelit ke luar angkasa, hingga bulan April tahun ini. Dari semua satelit itu, lebih dari 160 di antaranya merupakan satelit intelijen, pengintaian dan pengawasan, [Sindonews]