NANPING, Radio Bharata Online – Para Sinolog Internasional berpendapat, bahwa Inisiatif Peradaban Global yang diusulkan Tiongkok, yang berakar pada filosofi Tiongkok Kuno, bahwa harmoni adalah jumlah dari keberagaman, merupakan undangan bagi berbagai budaya di seluruh dunia untuk bekerja sama, dalam membangun dunia yang lebih baik.
Prakarsa tersebut, bersama dengan Prakarsa Pembangunan Global dan Prakarsa Keamanan Global, yang semuanya diusulkan oleh Presiden Xi Jinping, memiliki relevansi besar dalam mempromosikan perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran dunia di tengah perubahan yang bergejolak dalam lanskap internasional.
Carsten Boyer Thogersen, seorang Sinolog Denmark dan mantan konsul jenderal Denmark di Shanghai, mengatakan bahwa di dunia saat ini, kerja sama dan saling pengertian lebih dibutuhkan daripada sebelumnya.
Thogersen menyampaikan pernyataan tersebut pada Konferensi Sinolog Dunia kedua, yang diadakan pada hari Minggu di Nanping, provinsi Fujian.
Pada konferensi tersebut, para Sinolog internasional mengapresiasi nilai dari prakarsa yang diusulkan oleh Tiongkok. Mereka juga mengatakan bahwa peradaban Tiongkok berfungsi sebagai harta karun yang berharga bagi umat manusia, dan berkontribusi pada pembangunan Tiongkok serta dunia.
Essam Sharaf, mantan perdana menteri Mesir dan presiden Yayasan Sharaf untuk Pembangunan Berkelanjutan, mengatakan bahwa inisiatif global yang diusulkan Tiongkok, termasuk Inisiatif Sabuk dan Jalan, secara cermat diresapi dengan nilai-nilai konektivitas, kepercayaan, perdamaian, dan pembangunan, yang merupakan elemen-elemen kunci dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. (China Daily)