Havana, Radio Bharata Online - Penduduk Kuba berharap untuk melihat peningkatan kerja sama antara Kuba dan Tiongkok di berbagai bidang. Para pemimpin kedua negara baru-baru ini telah sepakat untuk memperluas kerja sama praktis.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, bertemu dengan mitranya dari Kuba, Miguel Diaz-Canel, di sela-sela KTT BRICS ke-15 di Johannesburg, Afrika Selatan, bulan lalu. Keduanya berjanji untuk memperdalam kerja sama. Pertemuan ini terjadi setelah kunjungan kenegaraan Diaz-Canel yang sukses ke Tiongkok pada bulan November lalu. Kedua pemimpin mencapai kesepakatan yang luas untuk memperdalam hubungan Tiongkok-Kuba.

Banyak penduduk di ibukota Kuba, Havana, optimis akan peningkatan peluang yang dibawa oleh hubungan dekat tersebut dan percaya bahwa kerja sama bilateral yang melibatkan energi terbarukan, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa manfaat.

"Saya berharap Kuba dan Tiongkok akan memperkuat kerja sama di bidang budaya dan energi terbarukan, yang merupakan dasar dari pembangunan berkelanjutan," ujar Maria Victoria Bouza, seorang mahasiswa sosiologi.

"Saya pikir teknologi dan pertanian adalah dua bidang penting (yang dapat kita kerjakan bersama)," kata Yoenia Perez, seorang penulis skenario lokal.

Kuba juga menjadi tuan rumah KTT Kelompok 77 plus Tiongkok, yang berakhir di Havana pada hari Sabtu (16/9). Ini dipandang sebagai platform penting bagi negara-negara berkembang dan negara-negara Selatan untuk mencapai konsensus, serta untuk berkoordinasi dan bekerja sama dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan internasional saat ini dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dengan pemikiran tersebut, seorang mahasiswa muda di Havana berusaha menekankan pentingnya ekonomi yang lebih terdiversifikasi untuk mendorong pembangunan.

"Saya berharap Kuba dan Tiongkok dapat lebih memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, budaya, dan pendidikan. Untuk pembangunan Kuba dan Tiongkok, saya pikir pendekatan yang ideal adalah mendiversifikasi ekonomi mereka sambil menyediakan sumber daya pendidikan yang lebih baik bagi negara-negara yang paling membutuhkannya. Selain itu, diharapkan juga perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat berinvestasi dalam energi terbarukan di Kuba," ujar Samantha Ross, seorang mahasiswa sosiologi.