Changchun, Radio Bharata Online - Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), menjadi Ketua Pertemuan Mekanisme Kerja Sama Dialog Tingkat Tinggi Tiongkok-Indonesia dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Koordinator Kerja Sama Indonesia dengan Tiongkok dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Provinsi Jilin, Tiongkok, pada hari Kamis (13/6).

Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral PKT, mengatakan bahwa tahun depan menandai ulang tahun ke-75 pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia, dan pengembangan hubungan bilateral menghadapi peluang-peluang penting yang baru.

Ia mengatakan Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memanfaatkan mekanisme ini sepenuhnya dan memberikan contoh yang baik untuk mengembangkan hubungan antara negara-negara berkembang besar dengan saling percaya strategis tingkat tinggi, saling melengkapi di berbagai bidang, dan pembangunan yang menyeluruh dan terkoordinasi.

Dengan memperhatikan bahwa Tiongkok dan Indonesia harus terus mendukung dengan kuat kepentingan inti dan perhatian utama masing-masing, Wang mengatakan bahwa kedua belah pihak harus melakukan upaya untuk memastikan bahwa Kereta Api Berkecepatan Tinggi Jakarta-Bandung tetap menjadi contoh cemerlang kerja sama Sabuk dan Jalan, memajukan pembangunan dua proyek unggulan, yaitu Koridor Ekonomi Komprehensif Regional dan "Taman Kembar Dua Negara", memperluas kerja sama di tiga bidang utama yaitu ekonomi digital, pembangunan hijau dan peningkatan mata pencaharian masyarakat, dan mendorong pencapaian baru dalam kerja sama maritim.

Menegaskan bahwa Indonesia sangat mementingkan hubungan dengan Tiongkok dan secara tegas mematuhi prinsip Satu Tiongkok, Menko Luhut mengatakan bahwa pihak Indonesia bersedia untuk menyelaraskan Poros Maritim Dunia dan Prakarsas Sabuk dan Jalan, mengoperasikan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dengan cara yang baik, dan memperkuat kerja sama bilateral di bidang kelautan, perikanan, dan bidang-bidang lainnya.

Kedua belah pihak juga melakukan komunikasi mendalam mengenai isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.