Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiognkok, Mao Ning, pada hari Senin (18/9) mengatakan Tiongkok membantah tuduhan dari media AS bahwa Tiongkok menyebarkan rumor palsu mengenai kebakaran Maui.

The New York Times pada 11 September 2023 menerbitkan sebuah artikel yang mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok menggunakan foto-foto yang dihasilkan oleh program kecerdasan buatan untuk menunjukkan bahwa kebakaran hutan di Maui bulan lalu bukanlah bencana alam, melainkan hasil dari "senjata cuaca" rahasia yang sedang diuji coba oleh AS.

Dalam sebuah konferensi pers rutin di Beijing, Mao membantah tuduhan tersebut dan menyarankan media AS untuk berhenti menyebarkan informasi palsu mengenai Tiongkok.

"Laporan ini sama sekali tidak faktual. Teori tentang 'senjata cuaca' datang dari media AS terlebih dahulu. Beberapa media Tiongkok dan akun media kami tidak melakukan apa-apa selain mengutip atau memposting ulang laporan tersebut. Mengatakan bahwa mereka 'mengarang atau menyebarkan disinformasi' sama sekali tidak berdasar. Jika ada yang 'mengarang atau menyebarkan disinformasi', itu adalah The New York Times, bukan mereka," kata Mao.

"Faktanya, orang-orang di Tiongkok dan AS tidak pernah tinggal diam dan menonton ketika salah satu pihak dilanda bencana. Pada hari-hari awal wabah Covid-19, bisnis dan masyarakat AS secara aktif menyumbangkan uang dan materi untuk membantu masyarakat Tiongkok. Kemudian, ketika pandemi menyebar di AS, kelompok-kelompok lokal Tiongkok dan masyarakat segera mengumpulkan materi dan mengirimkannya melintasi lautan ke lebih dari 20 negara bagian dan kota di AS, yang sangat dihargai oleh orang-orang di AS. Pada bulan Agustus tahun lalu, seorang guru Amerika yang bekerja di Universitas Barat Daya Tiongkok membawa gergaji mesin untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di Chongqing. Tindakan beraninya mendapat pujian secara luas dari masyarakat Tiongkok secara online. Setelah kebakaran hutan dahsyat terjadi di Hawaii, Tiongkok segera menyampaikan simpati dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Itulah kisah-kisah nyata tentang pertukaran sub-nasional dan antar masyarakat antara Tiongkok dan AS. Kami mendesak media AS yang relevan untuk bersikap jujur, obyektif, dan netral dalam pemberitaannya, dan berhenti menyebarkan disinformasi terhadap Tiongkok," jelas Mao.