Beijing, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan pada hari Rabu (18/10) bahwa Tiongkok akan mendukung ekonomi dunia yang terbuka, dengan total perdagangan barang dan jasa yang diperkirakan akan melebihi 32 triliun dolar AS (sekitar 504 ribu triliun rupiah) dan 5 triliun dolar AS (sekitar 79 ribu triliun rupiah) masing-masing pada periode 2024-2028.
Saat menyampaikan pidato utama pada upacara pembukaan Forum Sabuk dan Jalan untuk Kerja Sama Internasional yang ketiga di Beijing, Xi mengatakan Tiongkok akan membangun zona percontohan untuk kerja sama e-commerce Jalur Sutra, dan menandatangani perjanjian perdagangan bebas dan perjanjian perlindungan investasi dengan lebih banyak negara.
Ia juga mengatakan bahwa Tiongkok akan menghapus semua pembatasan akses investasi asing di sektor manufaktur.
"Dengan adanya aturan-aturan ekonomi dan perdagangan internasional berstandar tinggi, kami akan semakin memajukan keterbukaan berstandar tinggi dalam perdagangan jasa dan investasi lintas batas, memperluas akses pasar untuk produk digital dan produk lainnya, dan memperdalam reformasi di berbagai bidang termasuk perusahaan-perusahaan milik negara, ekonomi digital, kekayaan intelektual, dan pengadaan barang dan jasa pemerintah," ujar Xi.
Xi pun menambahkan bahwa Tiongkok akan mengadakan Global Digital Trade Expo setiap tahun.
Perwakilan dari lebih dari 140 negara dan lebih dari 30 organisasi internasional berkumpul di ibu kota Tiongkok untuk acara dua hari yang dimulai pada hari Selasa (17/10).
BRF yang pertama diadakan di Beijing pada tahun 2017, dan edisi kedua berlangsung pada tahun 2019.
Sejak Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI) diusulkan oleh Presiden Xi satu dekade yang lalu, lebih dari 150 negara dan lebih dari 30 organisasi internasional telah menandatangani lebih dari 230 dokumen kerja sama.